Parenting Anak Bahagia Cegah Mereka Terbawa Arus dan Tegas pada Pilihan Hidupnya Sendiri

AKURAT.CO Orang tua yang memiliki target bahwa anak harus sukses, biasanya memberikan tekanan pada anak untuk mencapai kesuksesan versi orang tuanya, terlepas dari apakah hal itu memang minat dan bakat anak, dan apakah anak nyaman dengan pilihan jalan dari orang tua yang ditekankan padanya.
Sehingga apa yang menurut orang tua itu baik, maka orang tua akan memaksakan keyakinan mereka itu pada anak mereka, anak harus melalui jalan kesuksesan yang dipaksakan dari orang tuanya, terlepas apakah si anak akan suka atau bahagia berada pada jalan yang ditunjuk orang tuanya.
Baca Juga: Bukan Anak Sukses, Tapi Buah Hati yang Bahagia
Namun jika target parenting orang tua BUKAN ANAK SUKSES, MELAINKAN ANAK BAHAGIA, maka segala keputusan, baik keputusan untuk kehidupannya saat ini maupun di masa depan nanti berada sepenuhnya di tangan anaknya karena orang tua akan mengutamakan kebahagiaan anak selama hal itu masih berada di jalur dan moral yang benar, orang tua akan senantiasa mendukung apapun keputusan anak. Posisi orang tua di sini hanya mengarahkan jalan sang anak, baiknya seperti ini, baiknya seperti itu, namun tetap keputusan sepenuhnya berada di tangan anaknya, karena orang tua paham bahwa MASA DEPAN ITU MILIK ANAK, BUKAN MILIK ORANG TUA.
Manfaat parenting anak bahagia, anak akan memiliki kemampuan mengambil keputusan yang tegas dan bijak tanpa terpengaruh hal luar/orang lain. Jika anak memiliki kemampuan ini, maka anak akan memiliki keberanian untuk bisa memutuskan dan memiliki ketegasan untuk memilih jalan hidup versi dirinya sendiri serta keyakinan bahwa pilihannya adalah yang terbaik. Bukan keputusan yang berdasarkan pada versi kesuksesan orang tuanya yang sengaja dipaksakan. Sehingga ketika dewasa anak akan memiliki kesadaran bahwa dirinya akan bahagia dengan apapun pilihan keputusan dalam hidupnya.
Baca Juga: Mom, ini 5 Doa Terbaik untuk Anak, Agar Anak Sukses, Saleh dan Salehah
Manfaat lain dari parenting anak bahagia, dirinya tidak akan terpenjara dengan kebahagiaan orang lain, dia tidak akan memaksakan standar kebahagiaan orang lain menjadi standar kebahagiaannya juga. Tahu kan mom, di zaman media sosial seperti sekarang ini dimana semua orang bebas mengupload pencapaian dan gaya hidupnya. Nah, anak tidak akan terpengaruh untuk mengikuti standar orang lain itu, anak cenderung akan yakin dan memegang teguh apapun yang menjadi pilihan hidupnya, karena anak sadar bahwa setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing, bidangnya masing-masing, dan memiliki ‘masanya’ masing-masing sehingga anak tidak akan terpenjara dalam ‘momen’ orang lain. Apa yang menjadi target orang lain biarkan itu menjadi target hidup orang lain, dirinya pun dengan target tersendiri yang sudah dia tetapkan dalam hidupnya. Atau bahasa gaulnya zaman sekarang dia tidak akan mudah melihat bahwa ‘rumput tetangga jauh lebih jauh,’ begitu mungkin kalau diumpamakan. Misalnya ada orang yang bahagia ketika membangun sebuah bisnis atau menjadi seniman, maka sang anak tidak akan menjadi pribadi yang ikut-ikutan (ikut arus) pengin jadi pebisnis atau seniman juga. Anak akan cenderung mengikuti kata hati apa yang akan membuatnya bahagia maka hal itu yang akan dipilih dan ditekuninya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








