Cara Menghadapi Anak yang Mulai Tertarik pada Lawan Jenis

AKURAT.CO Masa remaja adalah fase di mana anak mulai mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial, termasuk munculnya ketertarikan pada lawan jenis.
Bagi sebagian orang tua, hal ini bisa menimbulkan kekhawatiran jika tidak disikapi dengan bijak.
Padahal, dengan komunikasi yang tepat dan pengawasan yang sehat, orang tua dapat membantu anak memahami perasaannya tanpa mengekang.
Baca Juga: Hindari Adegan Bersentuhan dengan Lawan Jenis, Sulton Max Pilih Vakum dari Industri Hiburan
Bangun Komunikasi Terbuka Sejak Dini
Mengutip dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), orang tua sebaiknya membangun komunikasi yang terbuka dan penuh empati agar anak merasa nyaman berbagi cerita, termasuk tentang perasaannya terhadap lawan jenis.
Pendekatan yang terlalu keras atau penuh larangan justru membuat anak menutup diri dan mencari jawaban di luar pengawasan orang tua.
Cobalah untuk mendengarkan tanpa menghakimi, lalu arahkan anak memahami perbedaan antara rasa kagum, suka, dan cinta.
Dengan begitu, anak belajar mengenal emosinya dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab.
Berikan Pemahaman tentang Batasan dan Tanggung Jawab
Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman tentang batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan.
Jelaskan secara sederhana bahwa rasa tertarik adalah hal alami, namun harus disertai sikap hormat terhadap diri sendiri dan orang lain.
Anak juga perlu diberi pengertian mengenai risiko pergaulan bebas dan pentingnya menjaga reputasi, baik di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Orang tua dapat menggunakan contoh kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan konsekuensi dari setiap tindakan tanpa menakut-nakuti.
Baca Juga: Apakah Menggoda Lawan Jenis Dianggap Selingkuh?
Dampingi dengan Kasih Sayang dan Keteladanan
Anak cenderung meniru perilaku orang tuanya dalam berinteraksi. Oleh karena itu, berikan teladan tentang bagaimana membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai.
Ajak anak untuk mengenal nilai-nilai moral dan agama sebagai dasar dalam membentuk karakter serta mengontrol perasaan.
Jika anak mulai menunjukkan ketertarikan yang lebih serius, jangan langsung melarang, tetapi ajak berdiskusi mengenai prioritas, seperti pendidikan dan tanggung jawab pribadi. Pendekatan yang lembut namun tegas akan membuat anak merasa dipahami tanpa kehilangan arah.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







