Bagaimana Cara Manusia Berburu pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan?

AKURAT.CO Bagaimana Cara Manusia Berburu pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan?
Pada masa prasejarah, manusia hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan sebagai strategi utama untuk bertahan hidup.
Cara hidup ini dikenal sebagai masa food gathering, di mana manusia mengambil langsung sumber daya alam dari lingkungan tanpa melakukan pertanian atau peternakan.
Kegiatan berburu dan mengumpulkan makanan ini menjadi rutinitas penting yang menentukan kelangsungan hidup kelompok manusia purba.
Artikel ini menguraikan secara komprehensif bagaimana cara manusia berburu dan mengumpulkan makanan pada masa tersebut berdasarkan berbagai sumber terpercaya.
Baca Juga: Bagaimana Pengaruh Manusia terhadap Ekosistem Pertanian dan Produksi Pangan?
Hidup Nomaden dan Pembagian Tugas
Manusia pada masa berburu dan mengumpulkan makanan hidup secara nomaden, artinya mereka berpindah-pindah tempat sesuai dengan ketersediaan makanan di suatu wilayah.
Mereka tinggal sementara di tempat yang kaya sumber makanan, seperti padang rumput atau gua dekat sumber air, kemudian berpindah ketika makanan mulai menipis.
Dalam kelompok pemburu-pengumpul, terdapat pembagian tugas yang jelas berdasarkan jenis kelamin.
Laki-laki bertugas berburu hewan seperti rusa, kijang, kuda, kerbau, dan gajah menggunakan peralatan sederhana yang mereka buat sendiri.
Sementara itu, perempuan bertugas mengumpulkan tumbuhan yang dapat dimakan seperti umbi-umbian, buah-buahan, daun-daunan, serta makanan lain seperti siput dan kerang.
Perempuan juga bertanggung jawab mengurus anak dan mengolah makanan hasil buruan dan pengumpulan.
Teknik dan Alat Berburu
Pada masa prasejarah awal, manusia menggunakan alat-alat sederhana seperti kapak genggam, alat serpih, dan kapak perimbas yang terbuat dari batu.
Seiring perkembangan zaman, alat berburu semakin canggih, termasuk tombak, busur dan anak panah, serta perangkap seperti lubang jebakan dan jaring untuk menangkap hewan kecil.
Salah satu teknik berburu yang umum adalah "berburu dengan ketekunan," yaitu mengejar mangsa hingga hewan tersebut kelelahan dan mudah ditangkap.
Teknik lain adalah penyergapan, di mana pemburu menyembunyikan diri dan mengejutkan mangsa.
Pengumpulan Makanan dari Alam
Selain berburu, manusia juga mengumpulkan makanan dari alam liar. Pengumpulan ini meliputi mencari buah-buahan, umbi-umbian, dan tanaman lain yang bisa dimakan.
Pengetahuan tentang tumbuhan yang aman dan bergizi sangat penting agar tidak keracunan.
Peran Api dalam Pengolahan Makanan
Penemuan api menjadi titik penting dalam kehidupan manusia prasejarah. Api digunakan untuk memasak makanan hasil buruan dan pengumpulan, sehingga makanan menjadi lebih mudah dicerna dan aman dikonsumsi.
Pengelolaan api biasanya menjadi tanggung jawab perempuan, yang juga mengawasi keberlangsungan api agar tetap menyala.
Hidup Berkelompok dan Pembagian Hasil
Manusia berburu dan mengumpulkan makanan dalam kelompok kecil yang saling bergantung.
Hasil buruan dan pengumpulan dibagi secara bersama-sama, mencerminkan prinsip egaliter dalam masyarakat pemburu-pengumpul.
Hidup berkelompok juga memberikan perlindungan dan memperbesar peluang bertahan hidup.
Rangkuman
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia hidup secara nomaden dengan berpindah-pindah mencari sumber makanan.
Laki-laki bertugas berburu menggunakan alat sederhana dan teknik seperti pengejaran dan penyergapan, sementara perempuan mengumpulkan tumbuhan dan mengolah makanan.
Penemuan api memperbaiki cara pengolahan makanan. Hidup berkelompok dan pembagian hasil menjadi kunci keberhasilan strategi bertahan hidup ini.
Cara hidup ini berlangsung selama jutaan tahun sebelum manusia mulai mengembangkan pertanian dan menetap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







