Mahasiswa Informasi dan Humas UNDIP Bersama Girl Up UNNES Kampanyekan Kesetaraan Gender Lewat GenLead di CFD Simpang Lima

AKURAT.CO Isu kesetaraan gender masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Mulai dari kesenjangan upah, minimnya representasi perempuan dalam kepemimpinan, hingga praktik budaya yang membatasi peran gender, menjadi dasar pelaksanaan kampanye bertajuk GenLead oleh mahasiswa Informasi dan Humas Universitas Diponegoro (UNDIP).
Kampanye ini digelar di area Car Free Day (CFD) Simpang Lima, Semarang, dan melibatkan kolaborasi dengan komunitas Girl Up UNNES, yang aktif menyuarakan isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Dalam kampanye GenLead, mahasiswa membawa spanduk petisi yang ditandatangani oleh pengunjung sebagai bentuk dukungan terhadap keadilan gender.
Aksi ini dilakukan sambil menyusuri kawasan CFD, mengajak masyarakat ikut terlibat aktif.
“Seru banget, kita bisa berkolaborasi dengan Girl Up UNNES untuk mengadakan kampanye ini. Kesetaraan gender harus terus digaungkan sebagai bentuk women empowerment di Indonesia,” ujar Dhika, mahasiswa Informasi dan Humas UNDIP di Simpang Lima, Semarang pada (01/06).
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan banyaknya pengunjung yang ikut menandatangani petisi dan menyuarakan dukungan terhadap perempuan dalam posisi kepemimpinan.
“Kami senang bisa bekerja sama dalam kampanye GenLead ini. Melihat dukungan masyarakat memberi harapan baru bagi perjuangan kesetaraan gender, khususnya di bidang kepemimpinan,” ungkap salah satu anggota Girl Up UNNES.
Kampanye GenLead diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau slogan semata, tetapi mampu menjadi pemicu perubahan nyata: membuka ruang diskusi, meningkatkan kesadaran, dan mengubah pola pikir masyarakat terhadap peran dan potensi perempuan sebagai pemimpin masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








