Kenali Pacu Jalur: Warisan Budaya Riau yang Hiasi Google Doodle HUT RI ke-80

AKURAT.CO Pacu Jalur dikenal sebagai pesta rakyat yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Tahun 2025, acara ini kembali mencuri perhatian publik setelah istilah “aura farming” viral di media sosial untuk menggambarkan daya tarik para pendayung.
Sebutan tersebut lahir dari tren warganet yang terkesan dengan karisma para atlet jalur, mulai dari fisik yang kuat, penampilan menarik, hingga semangat mereka saat bertanding. Cuplikan video para pendayung berotot yang bergerak serempak dengan iringan musik dramatis berhasil menggaet jutaan penonton, bahkan melahirkan berbagai konten editan dan meme.
Popularitas “aura farming” ini tidak hanya menghidupkan kembali sorotan terhadap Pacu Jalur, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi pariwisata Riau.
Antusiasme warganet dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, kian besar untuk hadir langsung menyaksikan festival budaya tersebut.
Baca Juga: Bocah Penari Pacu Jalur Mendunia, Ternyata Ini Perannya di Atas Sampan
Sejarah Pacu Jalur
-
Asal Usul
-
Berawal pada abad ke-17 di sepanjang Sungai Kuantan (dari Hulu Kuantan hingga Cerenti).
-
Jalur awalnya berfungsi sebagai alat transportasi utama masyarakat karena transportasi darat belum berkembang.
-
Pacu jalur pertama kali digelar di kampung-kampung sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam
-
Fungsi Jalur di Masa Lalu
-
Digunakan untuk mengangkut hasil bumi, seperti pisang dan tebu.
-
Bisa memuat 40–60 orang sekaligus.
Baca Juga: PNM Hadir dalam Setiap Langkah Dikha, Penari Pacu Jalur yang Viral Ternyata Anak Nasabah PNM Mekaar
-
Perkembangan Jalur
-
Perahu mulai dihias dengan ukiran indah, seperti kepala ular, buaya, atau harimau.
-
Dilengkapi ornamen khas: payung, selendang, tali-temali, gulang-gulang (tiang tengah), dan lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri).
-
Kini diadakan setiap bulan Agustus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan peserta bisa mencapai lebih dari 100 jalur.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








