AKURAT.CO Mengapa masyarakat selalu berubah? Menilik teori evolusi Auguste Comte
Perubahan adalah bagian yang tak terelakkan dalam kehidupan manusia. Sejak zaman dahulu hingga era digital saat ini, masyarakat terus bergerak mengikuti kebutuhan dan tantangan yang ada.
Jika dahulu manusia hidup sederhana dengan menggantungkan diri pada alam, kini kehidupan telah dipenuhi teknologi, jaringan global dan pola interaksi yang serba instan. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak pernah statis; selalu ada dinamika yang mengarah pada bentuk baru.
Dalam ilmu sosiologi, perubahan sosial menjadi salah satu tema utama yang dibicarakan banyak pemikir. Mengapa? Karena masyarakat adalah makhluk dinamis yang senantiasa beradaptasi dengan lingkungan, ide, maupun teknologi baru. Perubahan bisa dipicu oleh banyak faktor: masuknya inovasi, tuntutan kebutuhan, hingga krisis besar seperti pandemi atau perubahan iklim.
Di tengah alur panjang perjalanan itu, muncul teori-teori yang berusaha menjelaskan bagaimana masyarakat berubah, salah satunya adalah teori evolusi sosial yang dikemukakan Auguste Comte.
Baca Juga: Kooptasi dalam Sosiologi: Pengertian, Tujuan, dan Ciri-cirinya
Teori Evolusi dalam Sosiologi
Berbeda dengan pandangan bahwa perubahan terjadi secara acak, teori evolusi menekankan bahwa masyarakat berkembang secara terarah. Perubahan bergerak dari bentuk sederhana menuju struktur yang lebih kompleks.
Contoh yang jelas adalah pergeseran dari masyarakat tradisional yang mengandalkan pertanian menuju masyarakat industri, lalu terus berkembang ke era modern dengan automasi dan digitalisasi.
Baca Juga: Teori Denny JA: Perspektif Baru dalam Sosiologi Agama
Auguste Comte dan Hukum Tiga Tahap
Sebagai salah satu tokoh penting sosiologi, Auguste Comte merumuskan gagasan terkenal tentang perubahan sosial dalam the law of three stages atau hukum tiga tahap. Menurut Comte, perkembangan masyarakat berjalan melalui tiga fase:
1. Tahap Teologis: Masyarakat menjelaskan dunia melalui kekuatan spiritual, supranatural, atau magis. Fenomena alam dianggap hasil intervensi dewa atau roh.
2. Tahap Metafisis: Manusia mulai menggunakan pemikiran spekulatif dan filosofis. Penjelasan atas fenomena bergeser menjadi lebih abstrak, meski belum ilmiah.
3. Tahap Positivis: Masyarakat mengandalkan metode ilmiah, observasi dan teori empiris. Inilah tahap di mana pengetahuan berkembang pesat dan menjadi dasar rasionalitas modern.
Baca Juga: Kunci Jawaban Sosiologi Halaman 162 Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka Lengkap Beserta Soal!
Studi Kasus: Pandemi Ccovid-19 sebagai Momentum Evolusi Sosial
Contoh nyata evolusi sosial bisa dilihat dalam pengalaman global menghadapi pandemi Covid-19. Pada awal pandemi, banyak masyarakat kembali pada pola pikir teologis, mengaitkan wabah dengan aspek spiritual atau kepercayaan supranatural.
Lalu, fase metafisis muncul ketika masyarakat mencoba mencari penjelasan spekulatif, misalnya teori konspirasi atau alasan filosofis di balik bencana tersebut.
Namun, seiring waktu, fase positivis mengambil alih. Ilmu pengetahuan dan riset medis menjadi tumpuan utama: vaksin diciptakan, kebijakan kesehatan berbasis data diterapkan, dan teknologi digital digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Pandemi pun menjadi bukti nyata bagaimana teori Comte masih relevan dalam membaca dinamika masyarakat modern.
Baca Juga: Humas hingga Analis Pasar, Ini 5 Pekerjaan Jurusan Sosiologi Paling Laris dan Bonafide
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









