Magang di BUMN Bisa Dapat Rp3 Juta per Bulan! Ini Syarat dan Cara Daftarnya

AKURAT.CO Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali membuka kesempatan magang bagi mahasiswa dan lulusan baru di tahun 2025.
Program ini menjadi peluang emas bagi generasi muda yang ingin menambah pengalaman profesional sekaligus mengenal lebih dekat dunia kerja di perusahaan pelat merah.
Magang Plus Penghasilan
Tak hanya memberikan pengalaman kerja nyata di lingkungan BUMN, peserta magang juga berkesempatan mendapatkan uang saku yang berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp3 juta per bulan.
Besaran tunjangan ini disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan, posisi yang dilamar, dan lokasi penempatan.
Dengan adanya dukungan finansial tersebut, program magang ini tidak hanya menjadi ajang belajar dan menambah pengalaman, tetapi juga membantu peserta dalam memenuhi kebutuhan hidup selama masa magang.
Selain itu, pengalaman magang di BUMN juga membuka banyak manfaat, seperti memperluas jaringan profesional, meningkatkan peluang karier, hingga menambah nilai kompetitif di curriculum vitae (CV).
Baca Juga: Gelombang Baru Strategi Keuangan: Era Corporate Bitcoin Treasuries
Kategori dan Syarat Umum Program Magang BUMN
Program magang BUMN terbagi dalam beberapa kategori yang menyesuaikan latar belakang peserta:
1. Magang Umum
Terbuka bagi mahasiswa aktif maupun fresh graduate dari jenjang D3, D4, S1, hingga S2.
2. Magang Santri
Dikhususkan bagi mahasiswa aktif dari perguruan tinggi Islam, minimal semester 5 untuk D3 atau semester 7 untuk S1.
3. Indonesia Global Talent Internship (IGTI)
Program ini menyasar mahasiswa S2/S3 yang menempuh studi di luar negeri atau lulusan S2 luar negeri yang belum bekerja.
4. Kampus Merdeka @BUMN
Terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang D2 hingga S1, dengan ketentuan semester mengikuti aturan Kemendikbudristek.
Cara Daftar Program Magenta BUMN
Pendaftaran dilakukan secara online melalui platform resmi Magenta BUMN dengan tahapan berikut:
-
Membuat akun di portal Magenta BUMN.
-
Memilih lowongan sesuai kategori dan jurusan.
-
Mengisi data diri serta mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
-
Mengirim lamaran dan menunggu hasil seleksi.
Proses pendaftaran terbilang sederhana dan terpusat, sehingga memudahkan calon peserta dalam menemukan posisi yang sesuai.
Dengan persiapan dokumen yang lengkap dan pemilihan posisi yang tepat, peluang untuk lolos seleksi dan magang di BUMN impian akan semakin terbuka lebar.
Baca Juga: Mengenal DJP: Penopang Utama Penerimaan Negara dan Pembangunan Nasional
Kesempatan Langka untuk Menembus Dunia Profesional
Program magang BUMN bukan sekadar kegiatan belajar di dunia kerja, melainkan langkah strategis untuk membangun karier masa depan.
Melalui pengalaman langsung, bimbingan mentor profesional, dan lingkungan kerja berskala nasional, peserta akan memperoleh bekal berharga yang tak ternilai bagi perjalanan karier mereka ke depan.
Jangan lewatkan kesempatan ini. Siapkan CV terbaikmu dan jadilah bagian dari generasi muda BUMN 2025!
Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









