Dorong SDM Berdaya Saing Global, UTB Tingkatkan Program Kolaborasi dengan KP2MI

AKURAT.CO Universitas Teknologi Bandung (UTB) terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing global.
Komitmen ini diimplementasikan melalui pemaparan program kolaborasi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)/BP2MI dalam forum Musyawarah Wilayah Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama strategis yang telah terjalin antara UTB dan KP2MI/BP2MI dalam mendukung agenda nasional pelindungan dan peningkatan kualitas SDM Indonesia.
Penandatanganan MoU dilaksanakan di Gedung KP2MI/BP2MI, Jakarta, oleh Rektor UTB, Muchammad Naseer, dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan SDM, Keuangan dan Aset, Iswan Bugis, bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, pada Senin (15/12/2025).
Kerja sama ini menitikberatkan pada sinergi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi, kesiapan kerja, serta pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya dari kalangan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.
Rektor UTB menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nasional dan global.
"Kerja sama dengan KP2MI menjadi wujud tanggung jawab akademik UTB dalam
menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan terlindungi melalui
implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak nyata," jelas Muchammad Naseer, dalam keterangannya, Sabtu (26/12/2025).
Sejalan dengan MoU tersebut, UTB dan KP2MI juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait pembentukan UTB Migrant Center sebagai pusat layanan terintegrasi penyiapan Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, berkarakter, serta memahami regulasi dan aspek pelindungan.
Menteri KP2MI, Mukhtarudin, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan
perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing global.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan kompetensi, karakter, dan literasi regulasi agar mobilitas global SDM Indonesia berlangsung secara aman dan berkelanjutan.
Komitmen dan program kerja sama antara Universitas Teknologi Bandung (UTB) dan
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dipaparkan oleh Rektor UTB dalam Musyawarah Wilayah APTISI Jawa Barat 2025 yang digelar di Hotel Grand Pasundan Bandung, Kamis (18/12/2025), di mana UTB secara khusus diminta memaparkan praktik dan model kerja sama sebagai percontohan.
Dalam forum tersebut, Muchammad
Naseer hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi mengenai peluang dan tantangan pengiriman mahasiswa untuk kegiatan kuliah kerja di luar negeri, dengan menekankan pentingnya kesiapan kompetensi, penguatan karakter, serta aspek perlindungan bagi mahasiswa sebelum dan selama pelaksanaan kegiatan.
"Internasionalisasi mahasiswa harus diiringi dengan kesiapan dan sistem pelindungan yang kuat. Kerja sama UTB dengan KP2MI menjadi fondasi penting agar mahasiswa dan lulusan siap berkontribusi secara profesional dan bermartabat di tingkat internasional," jelasnya.
Baca Juga: UTB Tingkatkan Dosen Berdaya Saing dan Siap Hadapi Tantangan Akademik di Era Global
Melalui kerja sama strategis dengan KP2MI serta partisipasi aktif dalam Muswil Aptisi Jawa Barat 2025, UTB menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang kolaboratif dan berdampak dalam mendukung kebijakan nasional serta menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan siap bersaing di kancah global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








