AKURAT.CO Pembahasan mengenai apa itu hewan ovovivipar dan contohnya sering muncul dalam materi biologi, terutama ketika mengulas sistem reproduksi pada hewan.
Istilah ini merujuk pada salah satu metode perkembangbiakan yang memiliki karakteristik unik karena berada di antara cara bertelur dan melahirkan.
Berikut penjelasan apa itu hewan ovovivipas dan contohnya!
Baca Juga: Cara Ikan Hiu Berkembang Biak: Ovipar, Ovovivipar, hingga Vivipar
Apa Itu Hewan Ovovivipar?
Ovovivipar adalah salah satu cara makhluk hidup berkembang biak dengan cara bertelur dan melahirkan.
Biasanya, hewan dengan jenis ini akan menyimpan telur di tubuh induknya dan anaknya nanti akan lahir atau keluar dari perut induknya seperti melahirkan.
Alhasil, anak yang baru lahir dalam kondisi hidup, bukan sebagai telur yang ditinggalkan di lingkungan luar.
Ciri-ciri Hewan Ovovivipar
Dilansir dari Liputan 6, berikut ciri-ciri hewan ovovivipar:
Hewan tidak memiliki struktur telinga luar.
Melakukan proses reproduksi melalui perkembangbiakan seksual dan terjadi proses pembuahan yang menghasilkan sel telur.
Pembuahan berlangsung di dalam tubuh induk (fertilisasi internal).
Telur yang terbentuk memiliki cadangan nutrisi untuk menunjang perkembangan awal.
Perkembangan embrio berlangsung secara utuh di dalam struktur telur dan dalam waktu yang singkat.
Embrio tidak tersambung dengan induk melalui tali pusat dan tidak terdapat plasenta yang bertugas menyalurkan nutrisi maupun oksigen dari induk ke embrio.
Sumber nutrisi embrio sepenuhnya berasal dari kuning telur.
Setelah proses penetasan terjadi, anak tetap berada dalam tubuh induk untuk periode tertentu.
Proses kelahirannya menyerupai cara melahirkan pada hewan vivipar.
Anak yang dilahirkan memiliki karakteristik fisik yang sama dengan induknya.
Baca Juga: Mengenal Mutualisme pada Hewan dan Contoh yang Mudah Dipahami
Keuntungan Bereproduksi secara Ovovivipar
Induk hewan dapat melindungi calon anaknya dari serangan predator.
Anak hewan juga dapat terlindungi dari kondisi lingkungan yang kurang mendukung untuk mengembangkan telur.
Sehingga peluang hidup lebih tinggi bagi individu yang baru lahir.
Kelemahan Bereproduksi secara Ovovivipar
Meski memiliki beberapa keuntungan bagi hewan yang bereproduksi secara ovovivipar, proses berkembang biak dengan cara ini ternyata menimbulkan risiko komplikasi, baik bagi ibu hewan maupun pada anak-anaknya.
Proses Perkembangbiakan Hewan Ovovivipar
Pertumbuhan Embrio di Dalam Telur
Pada tahap awal, embrio terbentuk dan berkembang di dalam telur yang tersimpan dalam tubuh induk.
Penetasan Telur di Dalam Tubuh Induk
Ketika perkembangan telah mencapai tahap akhir, telur akan menetas langsung di dalam oviduk. Setelah proses penetasan selesai, individu muda kemudian keluar dari tubuh induk dalam keadaan hidup.
Adaptasi dengan Lingkungan
Setelah dilahirkan, anak hewan ovovivipar memasuki fase penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitar. Dalam masa awal ini, anak hewan biasanya tetap berada di dekat induknya hingga cukup mandiri untuk bertahan hidup secara alami.
Contoh Hewan Ovovivipar
Hiu
Beberapa jenis hiu, seperti hiu mako dan hiu putih besar, termasuk ovovivipar. Telur berkembang di dalam tubuh induk hingga menetas, kemudian anak hiu lahir secara hidup.
Ikan Guppy
Ikan guppy, yang umum ditemukan di akuarium, merupakan contoh paling dikenal dari ikan ovovivipar. Telurnya menetas di dalam tubuh betina sebelum anak dilahirkan. Akan tetapi, ikan guppy bisa melahirkan sebanyak 200 anak.
Kuda Laut
Kuda laut memperlihatkan proses unik di mana pejantan membawa telur selama dua sampai tiga minggu sampai menetas, sebelum akhirnya melepaskan anak-anaknya.
Ikan Pari
Semua jenis ikan pari berkembang biak dengan cara ovovivipar. Semua spesies ikan pari mempertahankan telur di dalam tubuh hingga menetas, kemudian melahirkan anak dalam keadaan hidup.
Ular
Beberapa spesies ular termasuk ke dalam kelompok ovovivipar, di antaranya ular kadut dan ular derik. Kedua jenis ular ini sama-sama bereproduksi dengan perkembangan telur terjadi di tubuh induk hingga menetas.
Kadal
Pada beberapa spesies, seperti kadal skink, proses penetasan terjadi secara internal di dalam tubuh induknya. Hal ini dilakukan demi melindungi telur dari predator.
Bunglon
Salah satu spesies yang berkembang biak secara ovovivipar adalah bunglon Jackson (Trioceros jacksonii). Pada spesies ini, masa perkembangan embrio di dalam tubuh induk berlangsung sekitar lima hingga tujuh bulan sebelum anak dilahirkan.
Lalat
Pada beberapa jenis lalat, terutama kelompok lalat bangkai, telur dapat menetas menjadi larva sebelum dikeluarkan oleh induknya. Dengan membiarkan telur menetas secara internal, induk dapat memastikan larva langsung ditempatkan pada sumber nutrisi yang tepat untuk menunjang pertumbuhan awalnya.
Kecoa
Sebagian jenis kecoa diketahui menjalani reproduksi dengan cara yang menggabungkan proses bertelur dan melahirkan.
Kumbang
Beberapa spesies kumbang termasuk hewan ovovivipar, yakni kelompok yang mempertahankan telur di dalam tubuh hingga embrio berkembang sempurna. Betina akan melepaskan anak ketika proses penetasan telah terjadi secara internal.
Ovovivipar adalah cara berkembang biak di mana telur menetap di dalam tubuh induk hingga menetas, sehingga anak lahir dalam keadaan hidup.
Sistem ini memberi perlindungan ekstra bagi embrio, meski tetap memiliki risiko bagi induk.
Berbagai hewan seperti ikan pari, beberapa jenis ular, hingga serangga tertentu menggunakan metode ini.
Secara umum, pola ini menunjukkan adaptasi alami untuk meningkatkan peluang hidup keturunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









