Akurat Logo

Exploration Day DBS Buka Jendela Dunia bagi 80 Anak dari Komunitas Pemulung

Idham Nur Indrajaya | 25 Juli 2026, 19:55 WIB
Exploration Day DBS Buka Jendela Dunia bagi 80 Anak dari Komunitas Pemulung
Exploration Day DBS membuka akses pengalaman baru bagi 80 anak komunitas pemulung melalui pendidikan, eksplorasi, dan inklusi sosial. dok. DBS

AKURAT.CO Tinggal di Jakarta tidak selalu berarti setiap anak memiliki kesempatan untuk mengenal seluruh cerita kotanya. Di balik gedung tinggi, pusat ekonomi, dan kawasan wisata bersejarah, masih ada anak-anak yang sehari-hari tumbuh dalam lingkungan dengan akses terbatas terhadap ruang belajar tambahan, pengalaman baru, dan kesempatan mengeksplorasi dunia di luar keseharian mereka.

Hal itulah yang menjadi perhatian dalam program Exploration Day DBS, sebuah kegiatan yang mengajak 80 anak dari komunitas pemulung sampah di Bintara Jaya dan Johar Baru untuk keluar dari lingkungan tempat tinggal mereka dan mengenal sejarah Jakarta secara langsung melalui kunjungan ke Museum Bank Indonesia serta kawasan Kota Tua Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Bagi sebagian besar peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama mereka memasuki museum. Momen ini menunjukkan bahwa tantangan anak dari kelompok rentan tidak selalu hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi, tetapi juga keterbatasan akses terhadap pengalaman yang dapat memperluas cara mereka melihat masa depan.

Melalui program DBS x Mahija Mobile School, PT Bank DBS Indonesia bersama Yayasan Mahija Parahita Nusantara berupaya menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak hingga remaja dari komunitas kurang terlayani.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensinya.

“Sebagai bank dengan aspirasi menjadi Best Bank for a Better World, Exploration Day hadir tidak hanya untuk memperluas wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan semangat eksplorasi sehingga anak-anak dapat melihat lebih banyak peluang untuk berani bermimpi besar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Mona melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.

Apa Itu Exploration Day DBS?

Exploration Day DBS adalah kegiatan edukasi berbasis pengalaman yang membawa anak-anak dari komunitas rentan untuk mengenal lingkungan baru, sejarah, dan berbagai peluang di luar kehidupan sehari-hari mereka.

Dalam kegiatan ini, 80 anak dari komunitas pemulung di Bintara Jaya dan Johar Baru diajak mengunjungi:

  • Museum Bank Indonesia untuk mengenal sejarah ekonomi dan perjalanan sistem keuangan Indonesia.

  • Kawasan Kota Tua Jakarta sebagai ruang pembelajaran sejarah dan budaya.

  • Lingkungan baru yang mendorong rasa ingin tahu serta kepercayaan diri.

Program ini menjadi bagian dari upaya DBS memperluas akses pendidikan nonformal melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman langsung.

Baca Juga: Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Capai Rp15,6 Triliun pada 2025, Setara 19,1 Persen dari Total Kredit

Baca Juga: Refinancing, Anak Usaha TOWR Amankan Revolving Loan Rp1 Triliun dari DBS Indonesia


Mengapa Exploration Day DBS Penting bagi Anak dari Komunitas Pemulung?

Ada satu sisi kemiskinan yang sering luput dibahas: kemiskinan pengalaman.

Kemiskinan sering diukur melalui pendapatan, konsumsi, atau kondisi tempat tinggal. Namun, bagi anak-anak, keterbatasan juga dapat muncul dalam bentuk minimnya kesempatan mencoba hal baru.

Seorang anak yang tumbuh di lingkungan dengan akses terbatas mungkin tetap bersekolah, tetapi belum tentu memiliki kesempatan untuk:

  • mengunjungi museum,

  • melihat profesi yang beragam,

  • mengenal sejarah kotanya,

  • berdiskusi tentang cita-cita,

  • membangun keberanian memasuki ruang publik.

Dalam konteks ini, Exploration Day DBS bukan hanya perjalanan wisata edukatif. Kegiatan tersebut menjadi bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yaitu metode belajar yang membuat anak memahami sesuatu melalui interaksi langsung.

Bayangkan seorang anak yang setiap hari melihat aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah di sekitar tempat tinggalnya. Kemudian pada satu hari ia melihat koleksi sejarah ekonomi Indonesia di museum, mendengar cerita tentang perjalanan bangsa, dan menyadari bahwa ada banyak bidang pekerjaan yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Perubahan terbesar mungkin bukan informasi yang ia hafal setelah kunjungan tersebut, tetapi munculnya pertanyaan baru:

"Apa lagi yang bisa saya pelajari dan capai di masa depan?"


Bagaimana DBS Mengubah Pendekatan CSR Melalui Pendidikan Anak Rentan?

Program sosial perusahaan saat ini mulai mengalami perubahan. CSR tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas pemberian bantuan, tetapi semakin diarahkan pada pembangunan kapasitas masyarakat.

Melalui DBS x Mahija Mobile School yang berjalan sejak 2025, DBS menghadirkan pembelajaran langsung di lingkungan komunitas rentan Jakarta.

Materi yang diberikan mencakup:

  • baca, tulis, dan hitung (calistung),

  • bahasa Inggris dasar,

  • literasi keuangan,

  • pendampingan bagi remaja dan orang tua.

Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan paradigma: masyarakat rentan tidak hanya membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga membutuhkan keterampilan agar mampu membangun masa depan secara mandiri.

Berdasarkan keterangan PT Bank DBS Indonesia, sepanjang tahun ini program tersebut telah menjalankan berbagai aktivitas bersama gerakan sukarelawan karyawan DBS People of Purpose.

Kegiatan tersebut mencakup:

  • 10 sesi kelas anak-anak.

  • Panggung kreasi “Mini Jejak Bintang” di Bintara Jaya dan Johar Baru.

  • 11 sesi pendampingan untuk remaja dan orang tua.

  • DBSpiration Day sebagai ruang pengenalan dunia kerja bagi remaja Yayasan KDM.

  • Penyerahan sekitar 1.200 buku bacaan donasi dari karyawan DBS di kantor cabang Juanda.


Lebih dari 1.600 Jam Relawan, Apa Maknanya bagi Dampak Sosial DBS?

Salah satu tantangan program sosial bukan hanya bagaimana memulai kegiatan, tetapi bagaimana memastikan dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sejak program berjalan, rangkaian kegiatan DBS x Mahija Mobile School mencatatkan:

  • 1.636 jam sukarelawan People of Purpose.

  • Lebih dari 150 penerima manfaat yang terdiri dari anak, remaja, dan orang tua.

  • Lokasi pendampingan di Duren Sawit, Bintara Jaya, dan Johar Baru.

Angka tersebut tidak hanya menggambarkan jumlah aktivitas, tetapi menunjukkan adanya investasi waktu dan keterlibatan manusia secara langsung.

Dalam program pendidikan anak, waktu menjadi faktor penting. Satu sesi pembelajaran mungkin tidak langsung mengubah kehidupan seseorang, tetapi akumulasi pendampingan dapat membangun kebiasaan baru.

Misalnya, anak yang awalnya kurang percaya diri berbicara di depan orang lain bisa mulai berani tampil melalui kegiatan kreatif. Anak yang belum memahami konsep uang dapat perlahan mengenal pentingnya menabung dan mengelola keuangan.


Mengapa Literasi Keuangan Menjadi Bagian Penting dari Program DBS?

Pendidikan keuangan sering kali dianggap hanya relevan bagi orang dewasa. Padahal, kebiasaan seseorang dalam mengelola uang mulai terbentuk sejak usia muda.

Bagi komunitas dengan pendapatan tidak selalu stabil, pemahaman dasar mengenai keuangan dapat menjadi bekal penting.

Literasi keuangan membantu masyarakat memahami:

  • bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan,

  • pentingnya menyimpan uang,

  • bagaimana membuat perencanaan sederhana,

  • risiko keputusan finansial yang tidak tepat.

Karena itu, memasukkan literasi keuangan dalam program pendidikan anak rentan memiliki makna lebih luas. Tujuannya bukan hanya membuat anak memahami uang, tetapi membangun cara berpikir yang dapat mendukung kemandirian ekonomi mereka di masa depan.


DBS dan Tantangan Memperluas Kesempatan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk melihat kembali bahwa setiap anak membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan.

Anak juga membutuhkan:

  • ruang untuk berekspresi,

  • kesempatan mengenal dunia,

  • lingkungan yang mendukung cita-cita,

  • akses terhadap pendidikan berkualitas.

Melalui pilar Impact Beyond Banking, DBS menempatkan program sosial sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat.

Inisiatif tersebut sejalan dengan pilar DBS Foundation, yakni Providing Essential Needs melalui perluasan akses pendidikan dasar inklusif serta Fostering Inclusion melalui penguatan keterampilan masyarakat yang kurang terlayani.

Namun, tantangan terbesar program sosial bukan hanya menjangkau kelompok rentan. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengalaman dan keterampilan yang diberikan dapat menjadi modal bagi penerima manfaat untuk menciptakan peluang baru.


Ketika Museum Membuka Cara Pandang Baru Anak-anak Rentan

Exploration Day DBS menunjukkan bahwa sebuah pengalaman sederhana dapat memiliki makna besar bagi seorang anak.

Bagi sebagian orang, memasuki museum atau berjalan di kawasan sejarah mungkin merupakan aktivitas biasa. Namun bagi anak yang sebelumnya belum pernah mendapat kesempatan tersebut, pengalaman itu dapat menjadi pintu menuju perspektif baru.

Pada akhirnya, membuka akses pendidikan bukan hanya tentang menyediakan buku atau ruang kelas. Terkadang, pendidikan dimulai ketika seorang anak diberi kesempatan melihat dunia yang lebih luas dan menyadari bahwa masa depannya tidak harus terbatas oleh kondisi hari ini.

Pantau terus perkembangan program sosial, inovasi perbankan, dan berbagai inisiatif yang mendorong inklusi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Rekomendasi Investasi DBS Q3 2026: Emas Tetap Menarik, Investor Diminta Waspadai Inflasi Baru akibat AI dan Geopolitik

Baca Juga: Bank DBS Indonesia Salurkan Rp3,8 Triliun untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Dorong Ekonomi yang Lebih Merata

FAQ

Apa itu Exploration Day DBS?

Exploration Day DBS adalah program edukasi berbasis pengalaman yang diinisiasi PT Bank DBS Indonesia bersama Yayasan Mahija Parahita Nusantara untuk mengajak anak-anak dari komunitas rentan mengenal dunia lebih luas melalui kegiatan eksplorasi dan pembelajaran di luar kelas. Pada 2026, program ini mengajak 80 anak dari komunitas pemulung di Bintara Jaya dan Johar Baru mengunjungi Museum Bank Indonesia serta kawasan Kota Tua Jakarta.


Siapa saja peserta Exploration Day DBS?

Peserta Exploration Day DBS merupakan 80 anak dari komunitas pemulung sampah di wilayah Bintara Jaya dan Johar Baru. Kegiatan ini menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pengalaman edukatif, ruang eksplorasi, dan aktivitas pembelajaran nonformal.


Apa tujuan program DBS x Mahija Mobile School?

Program DBS x Mahija Mobile School bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak, remaja, dan keluarga dari komunitas kurang terlayani. Selain pembelajaran dasar seperti baca, tulis, dan hitung (calistung), program ini juga mencakup bahasa Inggris dasar, literasi keuangan, pendampingan remaja, serta kegiatan pengembangan kreativitas.


Mengapa kunjungan museum penting bagi anak dari komunitas rentan?

Kunjungan museum dapat menjadi pengalaman belajar yang memperluas wawasan anak di luar lingkungan kesehariannya. Melalui Exploration Day DBS, anak-anak tidak hanya mengenal sejarah dan budaya, tetapi juga mendapatkan kesempatan membangun rasa ingin tahu, kepercayaan diri, serta melihat lebih banyak peluang untuk masa depan mereka.


Bagaimana DBS menjalankan program sosial untuk masyarakat rentan?

DBS menjalankan program sosial melalui pendekatan pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, bukan hanya bantuan jangka pendek. Melalui DBS x Mahija Mobile School, DBS menghadirkan pembelajaran langsung di komunitas, melibatkan sukarelawan karyawan melalui People of Purpose, serta memberikan edukasi yang mendukung kemandirian anak, remaja, dan keluarga.


Apa hubungan CSR perbankan dengan pendidikan inklusif?

CSR perbankan memiliki peran dalam mendukung pendidikan inklusif karena perusahaan dapat membantu memperluas akses pembelajaran bagi kelompok yang kurang terlayani. Program seperti Exploration Day DBS menunjukkan bahwa kontribusi sektor swasta tidak hanya berbentuk bantuan, tetapi juga dapat berupa peningkatan keterampilan, wawasan, dan kesempatan bagi masyarakat.


Apa dampak program Exploration Day DBS bagi anak-anak peserta?

Dampak Exploration Day DBS tidak hanya terlihat dari pengalaman mengunjungi museum, tetapi juga dari meningkatnya kesempatan anak untuk mengenal lingkungan baru, membangun rasa percaya diri, dan memperluas gambaran mengenai masa depan. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan anak melalui pendidikan berbasis pengalaman dan inklusi sosial.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.