Akurat Logo

Tertemper Artinya Apa? Ini Istilah yang Sering Muncul dalam Kecelakaan Kereta

Nurma Nafisa Faradilla | 20 Agustus 2026, 09:30 WIB
Tertemper Artinya Apa? Ini Istilah yang Sering Muncul dalam Kecelakaan Kereta
KRL. - Pixabay

AKURAT.CO Istilah tertemper sering muncul dalam pemberitaan mengenai kecelakaan kereta api, termasuk ketika kereta mengalami insiden dengan kendaraan, orang, atau benda yang berada di jalur perjalanannya. Meski cukup sering digunakan oleh operator kereta api maupun media, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui arti tertemper.

Secara sederhana, tertemper berarti kereta api mengalami benturan atau menabrak orang, kendaraan, hewan, atau objek lain yang berada di jalurnya. Istilah ini merupakan istilah yang digunakan dalam konteks perkeretaapian dan berbeda dari kata "tertabrak" yang lebih umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Baca Juga: KRL Bogor-Jakarta Terganggu, Cek Rute Alternatif Depok ke Stasiun Tebet

Arti Tertemper dalam Kecelakaan Kereta

Dalam penggunaan di dunia perkeretaapian Indonesia, tertemper digunakan untuk menggambarkan kejadian ketika kereta api berbenturan dengan orang, kendaraan, hewan, maupun benda lain yang berada di jalur kereta.

KAI Commuter pernah menjelaskan melalui akun resminya bahwa tertemper berarti tertabrak. Istilah tersebut kemudian banyak digunakan dalam laporan atau pemberitaan mengenai insiden kereta api.

Dengan demikian, ketika membaca berita yang menyebut "KRL tertemper orang", maksudnya adalah KRL mengalami benturan dengan seseorang. Begitu pula dengan istilah "kereta tertemper kendaraan", yang berarti rangkaian kereta mengalami benturan dengan kendaraan.

Istilah tersebut tidak selalu berarti terjadi tabrakan antara dua kereta. Objek yang terlibat dalam kejadian temperan dapat berupa manusia, kendaraan, hewan, maupun benda lain yang berada di jalur perjalanan kereta.

Kenapa Disebut Tertemper, Bukan Tertabrak?

Penggunaan istilah tertemper berkaitan dengan istilah teknis yang digunakan dalam lingkungan perkeretaapian. Dalam pemberitaan, kata tersebut digunakan untuk menggambarkan hubungan antara kereta api dengan objek yang berada di jalur atau perlintasan kereta.

Salah satu alasan istilah ini digunakan adalah untuk menghindari kesan bahwa kereta api menjadi pihak yang secara aktif keluar dari jalurnya untuk menabrak objek lain. Kereta api berjalan pada jalur yang telah ditentukan, sedangkan kendaraan atau orang dapat berada di jalur tersebut karena berbagai kondisi.

Penjelasan mengenai istilah ini pernah disampaikan oleh pihak KAI. Dalam konteks pemberitaan kecelakaan, penggunaan kata "tertabrak" dinilai dapat menimbulkan kesan seolah-olah kesalahan berada pada pihak kereta atau masinis.

Namun, penggunaan istilah tertemper tidak dengan sendirinya menentukan siapa yang secara hukum bertanggung jawab atas suatu kejadian. Penentuan penyebab dan tanggung jawab tetap membutuhkan pemeriksaan serta penyelidikan berdasarkan fakta di lapangan.

Baca Juga: Kalender Jawa 20 Agustus 2026: Watak Weton Kamis Wage Punya Cita-Cita Tinggi

Contoh Penggunaan Kata Tertemper

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penggunaan istilah tertemper dalam berita kereta api.

  • KRL tertemper orang

Artinya, rangkaian KRL mengalami benturan dengan seseorang yang berada di jalur perjalanan kereta.

  • KRL tertemper motor

Artinya, KRL mengalami benturan dengan sepeda motor yang berada di jalur atau perlintasan kereta.

  • Kereta api tertemper mobil

Artinya, kereta api mengalami benturan dengan mobil yang berada di jalur perjalanan atau perlintasan sebidang.

  • Kereta tertemper benda

Artinya, kereta mengalami benturan dengan benda yang berada di jalur kereta.

Dalam setiap kasus, detail kejadian tetap harus dilihat berdasarkan keterangan resmi dari operator, kepolisian, atau pihak berwenang karena penyebab dan kronologi setiap insiden dapat berbeda.

Apakah Tertemper Sama dengan Tabrakan Kereta?

Tidak selalu. Tertemper dapat melibatkan kereta dengan orang, kendaraan, hewan, atau benda lain, sedangkan istilah tabrakan dapat digunakan untuk berbagai jenis benturan, termasuk kecelakaan antara dua kereta.

Karena itu, pembaca perlu melihat objek yang terlibat dalam kejadian.

Jika sebuah KRL berbenturan dengan mobil di perlintasan, peristiwa tersebut dapat disebut sebagai temperan. Sementara jika dua rangkaian kereta saling berbenturan, konteksnya adalah tabrakan antarkereta.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT menjelaskan bahwa kecelakaan kereta api mencakup berbagai kejadian pada jalur kereta yang mengganggu atau membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

Apa Penyebab Kereta Bisa Tertemper?

Penyebab insiden temperan sangat beragam dan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan istilah yang digunakan.

Salah satu lokasi yang memiliki risiko adalah perlintasan sebidang, yaitu titik ketika jalur kereta dan jalan raya berada pada bidang yang sama. Pada lokasi seperti ini, kendaraan maupun pejalan kaki harus memperhatikan sinyal, rambu, dan aturan keselamatan sebelum melintas.

Insiden juga dapat terjadi ketika seseorang berada di jalur kereta saat rangkaian sedang melintas. Dalam kondisi seperti itu, jarak yang pendek dapat membuat masinis tidak memiliki cukup waktu untuk menghentikan kereta.

Selain itu, kondisi kendaraan yang berhenti atau mengalami masalah di perlintasan dapat meningkatkan risiko benturan dengan kereta yang sedang melintas.

Karena setiap kecelakaan memiliki kondisi berbeda, penyebab pastinya harus merujuk pada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi pihak terkait.

Kenapa Kereta Sulit Berhenti Mendadak?

Kereta api memiliki karakteristik berbeda dengan kendaraan jalan raya. Rangkaian kereta terdiri atas banyak gerbong dan memiliki bobot yang besar sehingga membutuhkan jarak tertentu untuk mengurangi kecepatan dan berhenti.

Artinya, ketika masinis melihat adanya objek di jalur pada jarak yang sudah terlalu dekat, pengereman belum tentu dapat membuat kereta berhenti sebelum mencapai objek tersebut.

Kondisi inilah yang membuat keselamatan di sekitar jalur kereta menjadi sangat penting. Masyarakat tidak boleh mengandalkan kemampuan kereta untuk berhenti secara tiba-tiba ketika berada di dekat atau di atas jalur rel.

Baca Juga: Setelah 'Potong' Masa Latihan Militer AS-Korsel, Trump Ternyata Akan Bertemu Kim Jong Un

Apa Bedanya Tertemper dengan Anjlok?

Tertemper dan anjlok merupakan istilah yang berbeda dalam perkeretaapian.

Tertemper merujuk pada kejadian ketika kereta mengalami benturan dengan orang, kendaraan, hewan, atau objek lain yang berada di jalurnya.

Sementara itu, anjlok menggambarkan kondisi ketika roda atau bagian rangkaian kereta keluar dari rel. Penyebabnya dapat beragam dan harus diperiksa berdasarkan kondisi sarana, prasarana, serta faktor lain yang berkaitan dengan perjalanan kereta.

Jadi, berita yang menyebut "kereta tertemper" tidak berarti kereta tersebut mengalami anjlokan.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Jalan di Perlintasan Kereta?

Keselamatan di perlintasan kereta menjadi tanggung jawab bersama. Pengguna jalan harus mematuhi rambu, sinyal, palang pintu, serta arahan petugas ketika hendak melintasi jalur kereta.

Ketika sinyal perlintasan berbunyi atau palang mulai turun, pengendara harus berhenti dan memberikan prioritas kepada kereta api. Aturan mengenai kewajiban pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api juga tercantum dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jangan menerobos palang, berhenti di atas rel, atau mencoba melewati perlintasan ketika kereta sudah terlihat mendekat.

Langkah sederhana tersebut penting karena kereta memiliki jalur khusus dan membutuhkan jarak pengereman yang jauh lebih panjang dibandingkan kendaraan biasa.

Kenapa Istilah Tertemper Sering Muncul di Berita KRL?

Istilah tertemper cukup sering muncul dalam berita KRL karena jaringan kereta komuter beroperasi dengan frekuensi perjalanan yang tinggi dan melewati kawasan perkotaan yang padat.

Jalur KRL juga dapat berdekatan dengan permukiman, jalan raya, maupun perlintasan sebidang. Ketika terjadi insiden yang mengharuskan perjalanan dihentikan atau diperiksa, dampaknya dapat meluas menjadi keterlambatan perjalanan di sejumlah stasiun.

Karena itu, pembaca berita KRL kemungkinan akan kembali menemukan istilah seperti "KRL tertemper orang" atau "KRL tertemper kendaraan" ketika terjadi insiden serupa.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini 20 Agustus 2026: Aries, Gemini hingga Capricorn

FAQ

Tertemper artinya apa?

Tertemper adalah istilah dalam perkeretaapian yang digunakan untuk menggambarkan kereta api yang mengalami benturan dengan orang, kendaraan, hewan, atau objek lain di jalurnya.

Apa arti KRL tertemper orang?

KRL tertemper orang berarti rangkaian KRL mengalami benturan dengan seseorang yang berada di jalur perjalanan kereta.

Apa arti kereta tertemper kendaraan?

Kereta tertemper kendaraan berarti kereta api mengalami benturan dengan kendaraan yang berada di jalur atau perlintasan kereta.

Apakah tertemper sama dengan tertabrak?

Dalam konteks penggunaan istilah perkeretaapian, tertemper dapat dipahami sebagai kejadian kereta mengalami benturan atau menabrak objek di jalurnya. Istilah ini digunakan sebagai istilah teknis dalam pemberitaan perkeretaapian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.