Jelang Penetapan Capres-cawapres, DPR Mendekati Impotensi

AKURAT.CO Penetapan capres-cawapres yang tinggal hitungan hari dikhawatirkan membawa dampak terhadap kinerja DPR yang melemah. DPR mendekati impotensi kalau objektivitasnya tak lagi berfungsi, dalam menyikapi berbagai persoalan.
Wasekjen PKB, Syaiful Huda mengakui DPR mengalami tantangan serius seiring berlangsungnya tahapan Pemilu 2024. Apalagi seluruh parpol di parlemen juga bertindak sebagai vote getter untuk mendulang suara pada Pemilu 2024 yang digelar serentak.
“Apakah DPR masih bisa objektif secara institusi? Semestinya DPR harus tetap menggunakan asas objektivitas,” kata Huda, dalam diskusi bertajuk “Peran DPR Kawal Tahapan Pemilu Usai Pendaftaran Capres”, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga: DPR: Tugas KPK Sudah Berat, Firli Sebaiknya Mundur
Menurutnya, tahapan penetapan capres-cawapres dilanjutkan dengan kampanye dan masa tenang sebelum pemilihan, merupakan titik-titik krusial dalam menguji parlemen. Ujian masih berlanjut ketika memasuki tahapan penetapan pemenang pemilu.
“Ya itu proses yang hampir pasti, penyelenggaraan putaran kedua pilpres, mau tidak mau KPU dan pemerintah harus sudah siap dari sekarang,” sambung Huda.
Baca Juga: DPR: Putusan MK Tak Bisa Dieksekusi
Anggota DPR Fraksi PKB mengakui terbuka kemungkinan terjadi benturan keras antara pemerintah, KPU dan DPR dalam tahapan-tahapan menjelang dan sesudah hari pemilihan ke depan. DPR bahkan mengalami benturan dari dalam lantaran partai-partai terbagi dalam tiga kekuatan koalisi.
“Tentu pada konteks tugas DPR, saya kira mau tidak mau, akhirnya DPR bagaimana proses pengawasan, bagaimana proses tahapan yang akan dilakukan oleh DPR, yang mau tidak mau, akhirnya DPR terbelah menjadi tiga kekuatan itu,” ujar Huda.
Baca Juga: Kinerja DPR Kian Lesu Di Tahun Politik, Hanya Selesaikan 1 RUU Prioritas
Huda menilai, kinerja DPR erat kaitannya dengan konfigurasi koalisi partai pada Pilpres 2024. Padahal, kinerja DPR dibutuhkan untuk memastikan suksesi nasional berlangsung aman, netral, jujur dan adil.
“Jadi apa yang terjadi dalam di dalam tubuh DPR yang tergantung konfigurasi koalisi, kalau ada voting ya kita lihat saja nanti seperti apa votingnya, tapi kalau kasat mata kita lihat ya tiga sudut itu yang ada di DPR ini,” lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







