Puan Tolak Bahas Koalisi Permanen: Negara Sedang Berduka

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan pembentukan koalisi permanen kepada Presiden Prabowo.
Namun, Ketua DPR RI Puan Maharani menilai urusan politik tidak tepat dibahas saat ini.
“Urusan politik masih jauh,” ujar Puan, Selasa (9/12/2025).
Ia menegaskan, saat ini negara tengah berduka akibat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.
Menurutnya, pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan kini fokus pada upaya penanganan, pemulihan, dan perbaikan pascabencana.
“Sekarang kita sedang dalam keadaan berduka karena musibah melanda saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Jadi lebih baik kita sama-sama berdoa dan menyelesaikan persoalan bencana ini dulu,” ujar Puan.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Tindak Perusahaan Tambang dan Sawit Pemicu Banjir Sumatera
Ia menambahkan bahwa pembahasan mengenai dinamika politik nasional sebaiknya dilakukan setelah situasi kembali normal.
“Setelah kondisi pulih dan saudara-saudara kita kembali aman, barulah kita bisa membicarakan hal tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan dukungan penuh terhadap wacana menjadikan Koalisi Indonesia Maju (KIM) sebagai koalisi permanen hingga pemilu berikutnya. Menurutnya, langkah itu akan memperkuat stabilitas pemerintahan.
“Saya pikir itu ide yang baik. Tidak ada pemerintahan yang berhasil tanpa stabilitas, dan KIM permanen adalah langkah menuju stabilitas,” kata Bahlil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2025).
Ia menambahkan, Golkar siap mendukung dan membahas detail serta pola pembentukan koalisi permanen tersebut.
“Golkar berpandangan itu ide yang bagus dan harus didukung. Tinggal komunikasi dan pembahasan bentuk serta polanya,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







