AKURAT.CO DPR diminta tidak hanya fokus menjaga netralitas TNI-Polri selama gelaran Pemilu 2024. Pembentukan Panja Netralitas TNI dan Polri oleh Komisi I dan Komisi III DPR perlu diimbangi dengan pembentukan Panja Netralitas BIN.
Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut, pembentukan panja netralitas terhadap BIN relevan untuk merespons isu miring yang muncul sekarang ini. Bila perlu, DPR membentuk panitia khusus (pansus) untuk menjangkau BIN, aparat penegak hukum, kepala desa dan ASN.
"Kalau perlu bukan hanya Panja Netralitas TNI-Polri tapi Panitia Khusus (Pansus) Netralitas Aparat Penegak Hukum, Penjabat Kepala Daerah, ASN, BIN, Kepala Desa serta perangkat-nya, penyelenggara negara yang lebih luas jangkauannya karena lintas Komisi dan menyasar banyak institusi negara," kata Ray, di Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga: Budi Gunawan Ngaku Enggak Tahu Soal Pergantian Kepala BIN
Isu pergantian Kepala BIN menghangat setelah muncul Pakta Integritas Pj Bupati Sorong dengan Kabinda Papua Sopian Parulian Silaban. Salah satu poin dalam pakta integritas itu yakni dukungan untuk capres-cawapres Ganjar Mahfud.
Sekalipun pakta tersebut belum dipastikan kebenarannya, belakangan Panglima TNI Yudo Margono menarik silaban ke Mabes TNI.
Baca Juga: DPR Minta Jenderal Agus Jaga Netralitas TNI
Ray mendukung adanya pembentukan panja oleh komisi-komisi terkait yang bermitra langsung dengan lembaga yang harus diawasi. Namun Ray menilai, DPR lebih baik membentuk pansus untuk menjangkau semua lembaga.
"Karena itu lebih tepat jika dibentuk Pansus Netralitas APH, ASN, Pj Kepala Daerah dalam Pemilu 2024 yang bisa dibahas bersama dari perwakilan berbagai Komisi terkait," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









