AKURAT.CO Pemilihan Presiden (Pilpres) adalah momen krusial dalam kehidupan politik sebuah negara yang menganut sistem demokrasi. Penyelenggaraan ini juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk memilih siapa sosok yang berhak menjadi pemimpin.
Meski sangat krusial, namun penyelenggaraan pilpres ternyata masih dibayang-bayangi oleh skenario pembatalan dalam pelaksanaannya. Jika pilpres batal dilaksanakan, maka tak menutup kemungkinan akan menciptakan kondisi yang penuh ketidakpastian dan konsekuensi yang serius terhadap stabilitas politik dan legitimasi pemerintahan.
Baca Juga: Hasil Pilpres 2024 Jadi Bahan Judi Online, Menkominfo Tak Bisa Deteksi
Lalu apa saja dampak yang bisa disebabkan dari batalnya penyelenggaraan pilpres? Simak ulasannya berikut.
1. Krisis kepercayaan publik
Pembatalan pilpres akan membuat masyarakat merasa bahwa hak suara dan partisipasi politik mereka diabaikan. Hal ini dapat merugikan integritas sistem demokrasi secara keseluruhan.
Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza mahendra, mengatakan bahwa penundaan pilpres akan berdampak pada kevakuman aturan dan krisis kepercayaan yang meluas.
“Karena ini berpotensi menimbulkan konflik politik yang meluas ke mana-mana. Amandemen UUD 45 menyisakan persoalan besar bagi bangsa kita,” kata Yusril.
2. Menghilangkan legitimasi pemerintahan
Batalnya penyelenggaraan pilpres dapat merongrong legitimasi pemerintahan yang ada. Pasalnya, penundaan pilpres menunjukkan bahwa pemerintah yang berkuasa telah mengkhianati konstitusi yang ada.
Konstitusi yang secara sengaja dilanggar oleh pemerintah itu dapat menyebabkan terjadinya krisis akal budi pemegang birokrasi negeri. Pada akhirnya, itu hanya akan menimbulkan ketidakstabilan politik dan sosial.
3. Membahayakan sistem ketatanegaraan
Pembatalan pilpres dapat membahayakan sistem ketatanegaraan, terlebih jika tidak terdapat mekanisme yang jelas untuk menangani situasi tersebut. Penundaan itu juga akan berdampak pada perpanjangan masa jabatan presiden, yang nantinya hanya akan membuat bangsa Indonesia kembali pada keadaan di tahun 1945-1960-an yang mana lembaga eksekutif menjadi pusat kekuasaan.
4. Ketidakstabilan ekonomi
Ketidakpastian politik yang diakibatkan dari pembatalan pilpres juga dapat merugikan stabilitas ekonomi. Hal itu dikarenakan investor biasanya enggan menanamkan modal di negara yang suasana politiknya tidak pasti.
5. Dilema di berbagai lembaga pemerintah
Penundaan pemilu tentu akan menimbulkan dilema pada lembaga-lembaga di pemerintahan. Pasalnya, kekuasaan pada lembaga pemerintah yang dipilih melalui pemilu tentu masa jabatannya juga akan berakhir seiring dengan tibanya waktu pemilu lagi.
6. Kebobrokan partai politik
Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, penundaan pilpres akan membuat sebagian besar partai politik mendukung putusan tersebut. Hal ini dikarenakan partai politik pada akhirnya akan mendapat keuntungan jika penundaan itu benar dilaksanakan.
“Di tengah kemewahan ini, di tengah pragmatisme partai, tentu sangat mungkin wacana untuk penundaan pemilu akan diikuti parpol lain,” kata Adi (25/2/2022).
Menurutnya, pada akhirnya wacana penundaan pilpres hanya akan ditolak oleh partai-partai yang masih memiliki akhlak dan etika dalam berpolitik.
“Hanya iman politik yang akan menjadi benteng terakhir,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









