Sikap Inkonsisten PDIP Soal Jokowi Boleh Kampanye, Pengamat: Khawatir Kekalahan Ganjar Semakin Menguat
Atikah Umiyani | 29 Januari 2024, 12:26 WIB

AKURAT.CO Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza berkomentar mengenai inkonsistensi sikap PDI Perjuangan terhadap etika Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk ikut berkampanye di Pilpres 2024.
Sebelumnya, politisi senior PDIP, Adian Napitupulu mengatakan bahwa Jokowi tidak dilarang undang-undang untuk berkampanye. Bahkan, ia yakin suatu saat Jokowi akan ikut berkampanye untuk memenangkan Ganjar Pranowo.
Namun sikap PDIP kini berbalik arah, justru banyak yang menyerang dan mengkritik etika Jokowi usai mengucapkan bahwa presiden boleh berkampanye.
Efriza menilai, salah satu penyebab inkonsistensi sikap PDIP karena terlibatnya putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi pilpres yang dalam hal ini menjadi cawapres dari Prabowo Subianto.
Baca Juga: Silaturahmi dengan 18 Pesantren di Medan, Mahfud Luruskan Politik Itu Tidak Kotor tetapi Mulia
Di sisi lain, PDIP khawatir dengan sikap Jokowi yang semakin terbuka untuk mendukung paslon lawan akan memperbesar peluang kekalahan bagi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
"Jelas PDIP dan Ganjar sedang menunjukkan amat jengkel. PDIP dan Ganjar makin khawatir kemungkinan kalahnya bisa menguat jika Jokowi turut langsung membantu pemenangan pasangan Prabowo-Gibran yang dinarasikan diendorse dirinya," kata Efriza kepada wartawan, Senin (29/1/2024).
Efriza kemudian menyoroti momen saat Prabowo belum mengumumkan sosok cawapresnya. Di situ, Ganjar maupun PDIP sangat membangga-banggakan keberpihakan Jokowi karena berada dalam satu naungan partai yang sama.
Karenanya, Efriza bisa memastikan bahwa sikap PDIP yang ofensif terhadap Jokowi saat ini murni sebagai bentuk ketakutan atas kemungkinan kekalahan Ganjar.
"Jadi, PDIP narasi penolakannya malah bentuk ketidakkonsistenan, disana nilainya bukan kepedulian pemilu adil, etika bernegara, dan sebagainya, tapi bahasa sarkasnya, Ganjar dan PDIP hanya takut kalah jika Jokowi memihak dan berkampanye kepada salah satu pihak," pungkasnya.
Sebagai informasi, apa yang disampaikan Adian tersebut berlangsung saat melakukan wawancara pada 22 Juli 2023 lalu. Potongan video tersebut kemudian dan menjadi perbincangan saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







