Heboh! Anggota KPPS Dipecat Usai Pelantikan, Pihak KPU Angkat Bicara

AKURAT.CO Belum lama ini, seorang anggota KPPS dipecat usai terbukti memberikan dukungan kepada salah satu paslon saat pelantikan KPPS sedang berlangsung pada Kamis (25/1/2024).
Anggota KPPS dipecat karena dirinya membuat video selfie dengan teman-temannya sambil berpose dua jari. Tak hanya itu, dirinya juga menyebutkan nama salah satu capres.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @aipkabayan tersebut menjadi viral di media sosial. Atas perbuatannya, anggota KPPS dipecat dari jabatannya sesuai dengan peraturan yang telah berlaku.
Diketahui, anggota KPPS itu bernama Helmi Hermawati. Ia sebelumnya adalah anggota KPPS yang bertugas di Desa Pagerbumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.
Perbuatan yang dilakukan oleh Hermawati itu terjadi saat acara pelantikan KPPS di daerah Pangandaran.
Tentu saja, perbuatan anggota KPPS tersebut menjadi sorotan banyak pihak.
Beberapa netizen mempertanyakan apakah anggota tersebut tidak mengetahui aturan dari anggota KPPS yang seharusnya tetap netral dan tidak terafiliasi dengan salah satu paslon.
"Ga Paham sama tugasnya ni pasti," tutur akun @_mi***.
"Minimal paham dulu tugas jd kpps gimana, do or don't nya. semangat ya mba, ada kerjaan lain nanti, semoga," tulis akun @mds***.
"Ga Boleh terang2an ya kalo anggota kpps," kata akun @Muz***.
Anggota Komisioner KPU Pangandaran Divisi Hukum dan Pengawasan, Sukandar mengungkapkan bahwa video tersebut telah melanggar kode etik anggota KPPS dan terpaksa dipecat dari tugasnya sebagai anggota KPPS Pemilu 2024 ini.
"Hasilnya orang terkait resmi dipecat dan terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu. Sementara SK sedang diterbitkan," ucap Sukandar.
Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, juga mengingatkan kepada seluruh anggota KPPS harus bersikap netral dan tidak boleh mendukung salah satu paslon ketika menjabat sebagai KPPS.
Apabila ketika sudah dilantik dan melakukan tindakan yang mendukung suatu paslon maka anggota tersebut akan diberikan sanksi tegas.
"Teman-teman penyelenggara Pemilu mulai PPK, PPS dan KPPS harus betul-betul, bijak dalam bermedsos," ujar Mutahdi.
"Penyelenggara harus bersikap netral dalam bermedsos, dalam bersikap. Apalagi dalam bentuk gambar ataupun video," sambungnya.
Baca Juga: Viral Petugas KPPS Mengeluh Tak Dapat Apa-apa Usai Pelantikan, Netizen: Duitnya Abis Sama Ordal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








