Siti Atikoh Sosialisasikan Program Paslon 3, KTP Sakti hingga Akses Pendidikan

AKURAT.CO Safari politik ke pondok pesantren di Banten, istri Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, menyosialisasikan program utama paslon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud.
Atikoh mulanya mengaku banyak mendengarkan keluhan dari masyarakat terkait dengan bantuan sosial (bansos) yang kurang tepat sasaran.
Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan Siti Atikoh dan Alam Ganjar Ikut Kampanye
Maka dari itu, solusi yang akan diberikan Ganjar-Mahfud adalah dengan memberikan KTP SAKTI, dimana KTP tersebut berisi satu data untuk seluruh bantuan sosial, sehingga pasti tepat sasaran.
“Makanya ada KTP SAKTI, KTP ya sama seperti KTP yang saat ini, tetapi datanya data rill, kalau saat ini semuanya memakai kartu berbeda ya, PKH, KIP, KIS, dan sebagainya masing-masing memiliki kartu,” kata Atikoh, di Pondok Pesantren Syifaul Qulub, Cinangka, Serang, Banten, Selasa (6/2/2024) malam.
“Kalau nanti apabila Ganjar-Mahfud mendapatkan amanat, semua dintegrasikan dalam satu KTP itu, Kemudian pendataanya itu juga benar-benar sesuai yang ada di tingkat grass root, tingkat masyarakat,” jelasnya.
Selain KTP SAKTI, Atikoh juga membeberkan program utama Ganjar-Mahfud lainnya, yakni SMK Gratis untuk keluarga miskin. Serta pondok pesantren akan lebih diberi perhatian oleh pemerintah.
“Itu ada SMK gratis yang bentuknya boarding school, berarti anaknya nginep disitu, makan disitu, anak bisa tinggal disitu, anak tinggal belajar. Sehingga semua dicukupi oleh pemerintah. Sudah enggak mikir seragam, makan, kebutuhan-kebutuhan untuk praktek, SMK itu kan banyak praktek,” beber Atikoh.
Program SMK Gratis ini pun kata dia, sudah berjalan di Jawa Tengah, sehingga sudah menghasilkan anak-anak yang berhasil, langsung mendapat pekerjaan setelah lulus.
“Tetapi untuk SMK yang seperti ini, memang dikhususkan untuk yang berasal dari keluarga tidak mampu. Program miskin, sehingga nanti si anak itu bisa memerbaiki kehidupan keluarganya,” ucapnya.
Baca Juga: Kadiknas: Dana Rp2 Triliun untuk SMA/SMK Gratis Sebatas Rencana
Selain program SMK Gratis, Atikoh juga menyosialisasikan program satu keluarga miskin, satu sarjana. Sehingga anak tersebut bisa mengangkat derajat keluarganya suatu saat nanti.
“Program yang lain adalah satu keluarga tidak mampu, satu sarjana, kan ada orang tua, yang 'Saya pengen anak saya bisa cepat kerja' nah itu yang ke SMK. Tapi kalau ada mungkin 'Saya pengen sekolahnya yang lebih tinggi lagi' ya ini sampai sarjana difasilitasi juga oleh pemerintah,” ujarnya.
“Karena APBN itu juga berasal dari pajak mayarakat. Sehingga dikembalikannya juga melalui program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh masvarakat, salah satunya adalah itu,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






