Bansos Jokowi Disorot, Yusril Balas Sindir Penyaluran Dana Desa oleh Adik Cak Imin

AKURAT.CO Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, merasa tidak puas dengan keterangan para ahli kubu 03 dalam sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Pasalnya, para ahli terlalu fokus pada dugaan politisi bantuan sosial (bansos) dengan mengaitkan relasi Presiden Joko Widodo dengan putranya yang maju sebagai cawapres, Gibran Rakabuming Raka.
"Saudara ahli, mungkin saudara ahli lebih fokus pada petahana dan kalau petahana tidak maju, orang yang disupport oleh petahana, itu bansos akan berpengaruh kepada meningkatnya dukungan terhadap petahana atau yang didukung oleh petahana dalam proses pemilihan," kata Yusril dalam persidangan, Selasa (2/4/2024).
Baca Juga: Romo Magnis Singgung Keberpihakan Presiden Dukung Salah Satu Paslon Gunakan Bansos: Melanggar Etika
Yusril kemudian menyindir ahli dari kubu 03 tersebut untuk tidak luput juga menyoroti penyaluran dana desa yang dilakukan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.
"Di negara kita ini, mengapa harus fokusnya pada petahana? Mungkinkah ada hal-hal lain juga yang sebenarnya luput pada kita? Sebagai contoh misalnya penyaluran dana desa," ujarnya.
Yusril kemudian menjelaskan, Mendes yang memegang kontrol terhadap dana desa tersebut merupakan adik dari Muhaimin Iskandar yang dalam pilpres ini maju sebagai cawapres dari Anies Baswedan.
"Dana desa itu Rp1 miliar per desa. Jumlah desa ini di negara kita 83.971 desa. Dan ada pendamping desa yang langsung itu di bawah kontrol Mendes. Apakah saudara ahli juga bisa melihat kaitan misalnya Mendes itu adalah adik dari Muhaimin Iskandar," ucapnya.
Baca Juga: Gus Bah Beri Tips Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Sehingga, Yusril meminta agar ahli yang dihadirkan kubu 03 bisa melihat persoalan dengan secara merata, bukan hanya berfokus pada bansos Jokowi yang dituding menjadi penyebab kemenangan Prabowo-Gibran di pilpres.
"Kalau di konteks kan Jokowi dengan Gibran, apakah tidak relevan mengaitkan Muhaimin Iskandar dengan adiknya yang Mendes yang menguasai penyaluran dana desa ini. Mengapa hal ini luput dari perhatian?" tanya Yusril.
Menanggapi hal itu, Ahli Psikologi yang dihadirkan kubu 03, Hamdi Muluk mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki data secara detail terkait dengan apa yang disampaikan Yusril.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pegawai Honorer Damkar yang Lakukan Pencabulan kepada Anak Kandungnya di JakTim
"Itu juga berlaku untuk yang lain. Memang kalau kita mau studinya detail betul kita bisa mengkonsiderasi data yang lebih lokal. Saya tidak punya data itu, saya punya data yang lebih universal menggambarkan fenomena ini," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









