Bahlil Sebut Golkar Lebih Dulu Usulkan Pilkada Lewat DPRD: Saya Pidatokan Sejak Desember 2024

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menanggapi usulan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang ingin mengubah sistem pemilihan kepala daerah.
Menurut Bahlil, gagasan agar bupati/wali kota dipilih oleh DPRD dan gubernur ditunjuk oleh Presiden bukanlah hal baru, karena Partai Golkar telah lebih dulu menyampaikan ide serupa pada Desember 2024.
“Bukan saya yang sama dengan Cak Imin. Golkar sudah bicara itu duluan sejak HUT Golkar. Kami memang punya pandangan yang sama karena ada rasionalitas berpikirnya. Tapi saya sudah pidatokan itu sejak bulan Desember kemarin,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa Golkar tengah menyusun berbagai opsi penataan ulang sistem demokrasi, termasuk pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan kepala daerah (pilkada).
Salah satu skenario yang dibahas adalah pelaksanaan pemilihan kepala daerah melalui DPRD, bukan secara langsung oleh rakyat.
“Yang saya maksud adalah keseluruhan. Baik pileg, pilkada, gubernur, bupati, wali kota. Salah satu opsi yang sedang kami rumuskan adalah pemilihan melalui DPRD,” jelasnya.
Menurut Bahlil, Undang-Undang Dasar 1945 tidak secara eksplisit mengatur bahwa pemilihan bupati dan wali kota harus dilakukan secara langsung. Yang diamanatkan hanyalah pelaksanaan secara demokratis.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Vietnam vs Indonesia: Jens Raven Ujung Tombak, Alfharezzi Buffon Starter
“Undang-undang tidak bilang harus langsung. Yang penting demokratis. Nah, demokratis itu tidak selalu berarti pemilihan langsung,” tegasnya.
Salah satu alasan utama Golkar mengusulkan skema pemilihan tak langsung adalah untuk meminimalkan konflik sosial di masyarakat akibat polarisasi politik saat pilkada.
“Kita cari instrumen yang baik, yang sesuai budaya ketimuran. Jangan sampai gara-gara pilkada, saudara jadi tidak saling sapa, tetangga jadi musuh, bahkan rumah tangga bisa cerai karena beda pilihan,” ungkap Bahlil.
Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya introspeksi nasional mengenai sistem pemilu saat ini. Golkar, menurutnya, sedang melakukan kajian mendalam untuk mencari format terbaik yang seimbang antara demokrasi dan stabilitas sosial.
“Golkar sekarang sedang menyusun berbagai alternatif. Salah satunya memang pemilihan lewat DPRD. Tapi kami masih dalam proses kajian,” katanya.
Sebelumnya, Cak Imin mengusulkan agar sistem pilkada diubah karena dinilai terlalu mahal dan tidak efisien.
Ia mengacu pada hasil musyawarah nasional Nahdlatul Ulama (NU) yang merekomendasikan agar PKB mengkaji ulang pelaksanaan pilkada langsung.
"Seluruh kepala daerah habis biaya mahal untuk jadi kepala daerah, dan kadang tidak rasional. Ujung-ujungnya, pemerintah daerah juga belum bisa mandiri dan masih sangat tergantung pada pusat,” ujar Cak Imin di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga: Eksekusi 4,25 Juta Ton Bauksit di Kepri, Pemerintah Kantongi Potensi Devisa Rp1,4 Triliun
Ia menawarkan dua pola: gubernur dipilih oleh pemerintah pusat karena berfungsi sebagai perwakilan pusat di daerah, sedangkan bupati dan wali kota dipilih oleh DPRD karena dianggap lebih dekat dengan rakyat secara lokal.
“Gubernur ditunjuk pusat. Tapi bupati, karena bukan perpanjangan tangan pusat, dipilih oleh rakyat lewat DPRD,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk






