Pilgub Sumut Memanas, Nikson Nababan: Jadi Pemimpin Tak Cukup Cuma Punya Nama Besar

AKURAT.CO Suhu politik dalam negeri kian panas jelang Pilkada Serentak pada November mendatang. Tak hanya di Jakarta, di Sumatera Utara pun bursa Calon Gubernur yang bakal maju di Pilgub Sumut terus menghiasi laman media berbagai platform.
Seperti diketahui, sejumlah nama besar di Pilgub Sumut santer diperbincangkan mulai dari Edy Rahmayadi yang merupakan gubernur petahana, hingga menantu Presiden Joko Widodo Boby Nasution.
Terkait hal tersebut, mantan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan bahwa banyaknya nama yang digadang gadang bakal maju dalam kontestasi Pilgub Sumut mendatang tak berpengaruh terhadap dirinya.
Karena menurut Nikson, semakin banyak calon yang akan tampil nanti, tentunya makin banyak juga pilihan masyarakat Sumut dalam menentukan pemimpin mereka. "Artinya, makin banyak pilihan makin bagus, dan masyarakat dapat lebih mengetahui siapa pemimpin yang layak dipilih untuk memimpin daerahnya," ujar Nikson dikutip Senin (24/6/2024).
Baca Juga: NasDem Dukung Bobby Nasution di Pilgub Sumut
Meskipun sejumlah nama besar yang disebut sebut bakal maju di Pilgub Sumut mendatang saat ini telah ramai diperbincangkan, Nikson mengatakan dirinya tak gentar sama sekali.
Karena menurut Nikson, memiliki nama besar saja tidak cukup untuk memimpin sebuah daerah, karena seorang pemimpin juga harus memiliki kapasitas dan kapabilitas mumpuni, tentunya didukung oleh masyarakat.
"Oleh karena itu, jika saya mendapatkan amanah untuk maju dalam kontestasi Pilgub Sumut mendatang, saya tak akan gentar menghadapi rival yang memiliki nama besar seperti petahana Edy Rahmayadi bahkan Boby Nasution," katanya.
Lebih lanjut Nikson mengatakan, dirinya percaya diri lantaran telah memiliki pengalaman selama 10 tahun membangun dan memimpin di wilayah Tapanuli Utara. Hal itu terlihat dari berhasilnya menurunkan kemiskinan dan pengangguran serta menaikkan pendapatan perkapita masyarakat di Tapanuli Utara. Selain itu juga memperkecil angka kesenjangan sosial.
"Masyarakat Sumut itu rasional dan cerdas, serta berani kalau benar dan pasti berani memilih yang diyakini baik serta mampu memimpin. Karena mereka tidak takut intimidasi. Jadi, calon pemimpin tak cukup hanya punya nama besar saja," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







