Politik Dinasti Harus Bermuara pada Keadilan Sosial

AKURAT.CO Fenomena politik dinasti dalam Pemilu 2024 menjadi sorotan utama bagi masyarakat Indonesia.
Setelah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029, diskusi mengenai politik dinasti semakin mengemuka.
Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta, mengatakan bahwa perjalanan politik dinasti di Indonesia sebenarnya bukanlah fenomena baru.
Baca Juga: 5 Ide Jualan Online Modal Kecil, Yuk Coba!
Beberapa daerah seperti Banten, Bekasi, dan Purwakarta telah lebih dulu mempraktikkan politik dinasti.
"Contoh itu jika kita perhatikan, akan lebih banyak terjadi karena adanya pengumpulan konsentrasi di kelompok masyarakat tertentu," kata Kaka Suminta saat dihubungi Akurat.co, Selasa (16/7/2024).
Kaka berpandangan bahwa politik dinasti boleh saja dilakukan asalkan berpedoman pada aturan yang berlaku dengan melewati proses politik yang adil serta memiliki potensi dan prestasi dalam memimpin suatu daerah.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Berapa Total Medali Emas yang Diperebutkan dan Apa Saja yang Baru?
"Politik dinasti itu harus condong pada niat untuk menghadirkan keadilan sosial serta ditunjang dengan kelebihan politis yang berprestasi," ujarnya.
Namun demikian, Kaka berharap gelaran Pilkada Serentak 2024 yang akan berlangsung pada 27 November mendatang dapat menghadirkan sosok pemimpin yang lahir dari proses pemilihan yang jujur dan adil.
"Politik dinasti yang buruk itu tidak berdasarkan aturan yang berlaku. Menggunakan kekuatan nepotisme yang menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan dan merusak proses demokrasi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






