Rano Karno Terima Aspirasi Warga Cengkareng Soal Pemekaran

AKURAT.CO Calon wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Rano Karno, menyapa warga Kapuk di Jalan Pendongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/10/2024).
Dalam pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa Bang Doel ini, dicurhati oleh masyarakat soal terjadi kemunduran pelayanan akibat banyaknya jumlah masyarakat.
"Guna pemekaran, baik Kabupaten, Kota, maupun Kecamatan. Itu untuk administrasi pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Baca Juga: Amien Rais Pastikan Ikut Menangkan Pramono-Rano di Pilkada Jakarta
Oleh karenanya, mantan Gubernur Banten ini akan menyerap segala aspirasi dari masyarakat terkait pemekaran tersebut. Mengingat, menurutnya langkah itu perlu kajian mendalam dengan melihat beberapa variabel didalamnya.
"Secara nyata populasi sangat besar. Karena mungkin agak sulit administrasi kalau enggak dimekarkan. Nah artinya dengan pemekaran, tentu wilayah-wilayah setempat akan melakukan pembangunan. Jadi gunanya pemekaran itu," ujarnya.
Kendati demikian, dia berjanji akan menuntaskan persoalan tersebut bila terpilih menjadi pemimpin Jakarta bersama Pramono Anung. Jangan sampai hal itu menjadi berlarut-larut.
"Pemekaran itu kan dihitung dari jumlah. Jumlah masyarakat berapa, kemudian sumber daya manusia disitu bagaimana, penghasilan bagaimana, berapa besar," pungkasnya.
Diketahui, Kelurahan Kapuk memiliki luas 562,6 hektare dengan penduduk 175 jiwa atau 55.258 kepala keluarga.
Bila mengacu pada Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pedoman Pembentukan Pemekaran, Penghapusan dan Pengganbungan Wilayah Kotamadya/Kabupaten Administrasi, Kecamatan dan Kelurahan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjelaskan bahwa maksimal jumlah penduduk di suatu kelurahan dapat dimekarkan adalah sebanyak 40.000 jiwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








