Bukan Dipilih DPRD, Pilkada Bisa Lebih Hemat Jika Mahar Politik Dihilangkan

AKURAT.CO Pengamat politik, Adi Prayitno, turut mengomentari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa perlunya evaluasi sistem pemilihan kepala daerah karena dianggap terlalu mahal.
Adi mengaku, sepakat bahwa pelaksanaan pilkada perlu dievaluasi karena memang banyak kekurangan yang terlihat dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
Namun, dia tak sepakat jika kepala daerah dipilih langsung oleh DPRD. Menurutnya, itu bukan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan yang ada saat ini.
Baca Juga: DPD RI Ikut Suarakan Wacana Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD
"Bahwa pillkada mesti dievalusi itu wajib. Bahwa pilkada brutal dan kasar memang layak dikoreksi. Tapi mengembalikan pilkada ke DPRD bukan satu-satunya solusi," kata Adi melalui instagram pribadinya @adiprayitno.official, Sabtu (14/12/2024).
Salah satu cara untuk menghemat biaya Pilkada, yaitu dengan menghilangkan mahar politik maupun praktik politik uang dan sembako. Sebab, praktik-praktik semacam ini masih kerap terjadi di lapangan baik secara diam-diam maupun terang-terangan.
"Solusinya begini. Tetap pilkada langsung, tapi haramkam mahar politik. Haramkan politik uang, sembako, dan logistik lainnya," ucapnya.
Di sisi lain, dia juga menilai agar lembaga penyelenggara pemilu dibentuk sebagai lembaga ad hoc dan diberi anggaran yang tidak terlalu besar.
"KPU ad hoc saja dibentuk tiap lima tahun jelang pemilihan. Kasih anggaran minimalis. Toh kotak suaranya pakai kardus ini. Fasilitas komisioner kelas biasa saja. Siapa yang bisa eksekusi begini? Jawabannya adalah elit," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







