Gibran Gabung Golkar? Pengamat: Langkah Politikal yang Wajar dan Menguntungkan

AKURAT.CO Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farchan, menilai, wacana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bergabung dengan Partai Golkar sebagai langkah yang wajar dan logis.
Menurut Yusak, isu ini bukan hal baru.
"Kalau Gibran masuk Golkar, saya kira itu wajar dan logis karena ini sudah menjadi isu lama. Setelah dipecat PDIP, Gibran membutuhkan kendaraan politik, dan Golkar bisa menjadi pilihan politiknya ke depan," kata Yusak saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (18/1/2025).
Yusak menambahkan, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, juga kemungkinan akan menyambut baik kedatangan Gibran ke Golkar.
Bahlil, yang masih menjalin komunikasi baik dengan Presiden Jokowi, dinilai dapat memfasilitasi hubungan politik ini.
Baca Juga: Hashim Optimis Prabowo Mampu Hadirkan 30 Juta Rumah untuk Rakyat dalam 10 Tahun
"Apalagi ketum Golkar, Bahlil, memang merepresentasikan kekuatan Jokowi," tambah Yusak.
Menurut Yusak, jika Gibran bergabung dengan Golkar, kedua pihak akan saling diuntungkan.
Golkar mendapatkan kader potensial sebagai Wakil Presiden, sementara Gibran dapat memanfaatkan Golkar sebagai kendaraan politik untuk masa depannya.
"Baik Gibran maupun Golkar sama-sama diuntungkan. Golkar bisa memiliki kader wapres, dan Gibran bisa menggunakan Golkar sebagai kendaraan politiknya ke depan," jelasnya.
Di sisi lain, Yusak mengungkapkan, Partai Golkar memiliki karakter yang cenderung mendukung siapa pun yang sedang berkuasa, menjadikannya pilihan strategis bagi Gibran.
"Golkar tidak memiliki karakter oposisi, jadi siapa pun yang berkuasa cenderung didukung," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






