Perwakilan Gen Z Sebut Pemakzulan Gibran Manuver Politik Kekuasaan, Bukan Aspirasi Rakyat

AKURAT.CO Tokoh muda Gen Z, Arwin Welhalmina, angkat bicara terkait isu pemakzulan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, wacana tersebut bukanlah bagian dari proses demokrasi yang sehat, melainkan merupakan bentuk manuver politik dari kelompok yang belum siap menerima kenyataan kekalahan dalam Pilpres 2024.
"Semua orang tahu, isu pemakzulan ini tidak berdiri di ruang hampa. Ini jelas manuver politik kekuasaan, dan perlu dicatat, sosok seperti Fahrul Razi yang getol mendorong wacana ini adalah bagian dari tim sukses capres yang kalah. Jadi kita tahu motifnya ke mana," tegas Arwin dalam keterangannya, Kamis (5/6/2025).
Lebih lanjut, Arwin menegaskan bahwa pasangan Prabowo-Gibran adalah pemenang yang sah secara konstitusional. Semua tahapan dan mekanisme pemilu sudah dilalui sesuai aturan. Bahkan, ketika hasil Pilpres digugat ke Mahkamah Konstitusi, keputusan akhir justru menguatkan kemenangan mereka.
“Putusan MK adalah final dan mengikat. Prabowo dan Gibran sudah sah sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Jadi, narasi pemakzulan ini sama sekali tidak berdasar secara hukum,” ujarnya.
Sebagai representasi generasi muda yang akan menjadi pelanjut tongkat estafet kepemimpinan bangsa, Arwin menyatakan keprihatinannya atas munculnya isu-isu seperti ini yang mencerminkan tradisi politik kebencian.
“Kalau hari ini setiap kekalahan dibalas dengan isu pemakzulan, lalu kapan bangsa ini bisa dewasa dalam berdemokrasi? Ini bukan hanya tidak sehat, tapi juga memberi contoh buruk bagi generasi muda. Kita tidak sedang mewarisi tradisi politik yang berkelas, tapi malah memelihara kebencian yang bisa merusak persatuan,” kritiknya.
Menurut Arwin, yang dibutuhkan bangsa hari ini adalah rekonsiliasi dan konsolidasi kekuatan nasional, bukan polarisasi lanjutan yang memecah belah sesama anak bangsa.
“Sebagai Gen-Z yang peduli masa depan republik ini, kami ingin mewarisi politik yang sehat, bukan warisan konflik dan dendam yang tak kunjung selesai. Mari kita jaga demokrasi dengan akal sehat, bukan amarah tak berkesudahan,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









