Bahlil Puji Zaki di Musda Golkar DKI: Orang Pertama yang Mendukung Saya

AKURAT.CO DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI selama dua hari, Rabu (23/7/2025) dan Kamis (24/7/2025) di Hotel Sultan, Jakarta. Agenda ini dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Musda ini dihadiri oleh Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, serta jajaran pengurus DPP dan DPD Partai Golkar.
Dalam sambutannya, Bahlil menyebut kehadirannya di Musda sebagai bentuk apresiasi pribadi terhadap Zaki Iskandar.
Ia mengungkapkan, Zaki merupakan salah satu tokoh pertama yang mendukung dirinya saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar di Munas lalu.
“Saya jatuh hati ke Zaki karena dia yang pertama memberikan dukungan ke saya waktu Munas, dan tanpa embel-embel,” kata Bahlil.
Bahlil menekankan bahwa Musda bukan sekadar forum pemilihan ketua, melainkan momentum konsolidasi total partai.
“Musda harus menjadi ajang konsolidasi struktural, internal, dan eksternal untuk memperkuat posisi Partai Golkar,” ujarnya.
Baca Juga: Kisah Sukses Pemilik UMKM Zayyan Hijab, Bukti Ibu Rumah Tangga Bisa Berdaya
Ia berharap Musda berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan serta program kerja yang solid demi meningkatkan perolehan kursi Golkar di Jakarta.
Sementara itu Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, mengatakan, peningkatan jumlah kursi di legislatif merupakan buah dari kerja sama semua pihak, terutama mesin partai.
Pada Pileg 2029 nanti, Zaki menargetkan perolehan jumlah kursi DPR di Dapil DKI Jakarta bertambah menjadi tiga, dan kursi DPRD menjadi 15.
“Ini membuktikan kerja-kerja politik dan seluruh kader partai Golkar di Provinsi DKI Jakarta ini, diterima dan diapresiasi oleh masyarakat Jakarta. Tanpa Bapak dan Ibu, 10 kursi di DPRD dan dua kursi di DPR tidak akan tercapai saat Pileg 2024 lalu,” ujarnya.
Musyawarah Daerah XI Partai Golkar DKI Jakarta digelar selama dua hari, pada Rabu (23/7/2025) hingga Kamis (24/7/2025), dengan agenda utama pemilihan Ketua DPD dan penyusunan program kerja menuju Pemilu 2029.
Ketua Panitia Pengarah Musda XI, Judistira Hermawan, menyampaikan, Ahmed Zaki Iskandar ditetapkan sebagai calon tunggal Ketua DPD Golkar DKI Jakarta periode 2025–2030.
Dalam proses penjaringan pada 19–20 Juli 2025, terdapat dua pendaftar: Zaki dan Mustafa M. Raja.
“Hasil verifikasi menunjukkan Zaki didukung sembilan dari 12 suara sah atau 75 persen. Sementara Mustafa hanya memperoleh satu suara,” jelas Judistira.
Baca Juga: Dorong Pemerintahan Digital, Sumsel Mantapkan Peran Strategis PPID
Dukungan terhadap Zaki datang dari lima DPD II kabupaten/kota, Dewan Pertimbangan Partai Golkar DKI, DPD I Golkar DKI, serta ormas pendiri dan sayap partai seperti MDI, Satkar Ulama, Al-Hidayah, HWK, AMPI, KPPG, dan AMPG.
Dengan komposisi dukungan tersebut, Zaki dipastikan kembali memimpin Golkar DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








