Gerindra Minta Pengunduran Diri Rahayu Saraswati dari DPR Jadi Pelajaran Bersama

AKURAT.CO Fraksi Partai Gerindra DPR RI menanggapi pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari kursi parlemen, usai pernyataannya di sebuah podcast memicu kontroversi publik.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, mengatakan kasus ini harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak, termasuk para legislator.
"Tapi prinsip satu yang kita harus sama-sama sadari, kita tidak boleh membiarkan sesuatu. Ntar kita paham bahwa kami anggota DPR, kita banyak kekurangan, kita minta masukan dari masyarakat. Mungkin ada sedikit kata-kata yang menyinggung, tapi biarlah kami berbenah. Bukan berarti semua dihakimin sedemikian rupa," ujarnya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Baca Juga: Isu Rahayu Saraswati Menpora, Gerindra: Itu Ghibah Politik
Dia menegaskan, anggota DPR memegang mandat langsung dari rakyat di daerah pemilihannya, sehingga kewajiban utama adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai ketentuan dalam Undang-Undang MD3.
"Ingatlah, ada mandat yang diberikan oleh masyarakat di daerah pemilihan dan mandat itu wajib dilaksanakan," tuturnya.
Menurut Bambang, proses pengambilan keputusan terkait anggota DPR yang bermasalah harus mempertimbangkan suara konstituen. Contohnya, jika ada kepala desa yang diminta mundur oleh warganya, maka harus jelas benar bahwa dorongan itu datang dari masyarakat setempat, bukan sekadar desakan dari luar.
"Kita tidak ingin bahwa perbaikan itu juga memberangus hak-hak warga yang telah menitipkan mandat. Jangan karena desakan sosmed yang tidak tahu ini warga mana, tahunya malah dari kabupaten lain," kata Bambang.
Dia juga menilai, terlepas dari kontroversi yang muncul, Rahayu Saraswati selama ini dikenal aktif turun ke dapilnya.
"Kami juga kaget, beliau sangat aktif turun ke dapil, begitu banyak kegiatan yang dilakukan. Walaupun begini, ada hal-hal positif juga yang harus dinilai, tidak serta-merta hanya ini," tegasnya.
Baca Juga: Dasco Tak Banyak Bicara Soal Pengunduran Diri Rahayu Saraswati
Meski demikian, Rahayu tetap harus mempertimbangkan beban tanggung jawab yang telah diberikan oleh warga Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. "Walaupun Bu Sara mengambil tanggung jawab itu, beliau juga harus memikirkan beban atau mandat yang telah diberikan," katanya.
Maka dari itu, Fraksi Gerindra sepakat menonaktifkan Rahayu Saraswati sementara waktu sembari menunggu proses di tingkat DPP dan fraksi.
"Itu prinsipnya, mari kita jernih. Intinya, fraksi per hari ini kami sepakat dengan ketua fraksi dan juga pimpinan untuk menonaktifkan sembari berproses di DPP maupun di fraksi itu sendiri," pungkas Bambang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






