Gibran Santai Hadapi Kritik, Pengamat: Pelaporan Materi Pandji ke Polisi Tak Relevan

AKURAT.CO Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan sikap dewasa dalam merespons kritik, termasuk saat namanya disinggung dalam materi stand up comedy Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono.
Meski sempat menjadi objek candaan, Gibran memilih bersikap santai dan memandang kritik sebagai bagian wajar dalam demokrasi.
Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai, respons Gibran mencerminkan kedewasaan dan kebijaksanaan seorang pejabat publik.
“Gibran menunjukkan sikap dewasa dan bijak dalam merespons kritik Pandji. Kritik dipandang sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik,” ujar Efriza saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
Efriza menyoroti sikap Gibran yang secara tegas menolak pelaporan terhadap Pandji ke kepolisian, sebagaimana dilakukan sejumlah organisasi kepemudaan.
Menurutnya, langkah pelaporan tersebut justru bertolak belakang dengan semangat kebebasan berpendapat yang dijunjung pemerintah.
Baca Juga: Tak Gubris Pandji, Gibran Sudah Kenyang Dibully
“Sikap Gibran yang menolak pelaporan adalah bukti bahwa ia menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat. Jadi menjadi aneh ketika ada pelaporan, sementara Wapres sendiri menghargai kritik,” ujarnya.
Efriza juga mendorong kepolisian untuk bersikap proporsional dan melindungi kebebasan berekspresi masyarakat.
Ia menilai tidak semestinya komedian diproses hukum hanya karena menyampaikan kritik melalui karya seni.
“Jangan sampai ada komedian yang diproses hukum hanya karena materinya berani menyampaikan fakta,” tegasnya.
Sebelumnya, Gibran merespons polemik materi Mens Rea dengan menyatakan bahwa kritik tidak perlu dibesar-besarkan.
“Enggak usah lapor-laporlah. Kritik dan evaluasi itu hal yang biasa,” ujar Gibran singkat kepada awak media.
Materi Pandji dalam Mens Rea memang menuai pro dan kontra, terutama karena menyinggung isu politik nasional dan figur publik, termasuk Gibran secara personal.
Namun, Gibran menegaskan kritik merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pemerintahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







