Gerindra Belum Ambil Sikap Soal Usulan Penurunan Ambang Batas Parlemen

AKURAT.CO Partai Gerindra menyatakan belum mengambil sikap resmi terkait besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Di mana lembaga riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengusulkan penurunan parliamentary threshold dari 4 persen menjadi 3,5 persen.
"Kami juga di Gerindra seperti partai-partai lain masih melakukan simulasi-simulasi. Sementara di DPR pembahasan tentang undang-undang pemilu itu kan baru juga dalam batas bagaimana pendapat atau mengambil partisipasi publik," kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Bagaimana Sistem Ambang Batas Parlemen Memengaruhi Hasil Pemilu? Berikut Penjelasannya
Wakil Ketua DPR itu menjelaskan, Gerindra masih mencermati perkembangan pembahasan di DPR, termasuk masukan dari publik dan berbagai pihak terkait ketentuan ambang batas parlemen.
"Nah sehingga kami di Gerindra juga akan mengikuti mencermati perkembangan di DPR tentang partisipasi publik. Bagaimana pendapat tentang misalnya parlemen threshold dan lain-lain," ujarnya.
Baca Juga: Kuota Haji 2025 Sudah Penuh, Calon Jemaah yang Bayar Lunas Melebihi Ambang Batas
Menurutnya, sikap resmi partai baru akan disampaikan setelah proses kajian internal rampung dan pembahasan di DPR semakin komprehensif.
"Sehingga lebih komprensif dari partai Gerindra akan melakukan pengkajian dan membahas sebelum kemudian akan dikeluarkan sikap resmi partai," katanya.
Dia kembali menekankan bahwa Gerindra saat ini masih berada pada tahap simulasi dan pengkajian internal. "Nah saya tadi sudah bilang bahwa partai Gerindra pada saat ini masih melakukan simulasi dan pengajian. Tentunya kita tunggu hasil dari kajian partai," pungkas Dasco.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








