Ahmad Ali: PSI Harga Mati Prabowo-Gibran Dua Periode

AKURAT.CO Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menegaskan, dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode bukanlah sikap baru partainya. Ia menyebut komitmen tersebut sudah menjadi garis politik PSI sejak awal.
“Dari awal PSI, Prabowo dua periode, Prabowo-Gibran dua periode itu adalah komitmen PSI,” kata Ahmad Ali dalam program wawancara khusus Akurat Talk: Ahmad Ali Bongkar Perintah Jokowi Genjot PSI, yang tayang di akun Youtube Akuratco, Jumat (27/2/2026).
Menjawab pertanyaan host yang juga Pemred Akurat.co, Aldi Gultom, Ahmad Ali megatakan dukungan terhadap Gibran sebagai calon wakil presiden terbaik didasarkan pada pengalaman yang dimiliki.
Ia menilai pengalaman sebagai kepala daerah dan wakil presiden menjadi modal penting untuk melanjutkan pemerintahan bersama Presiden Prabowo.
“Kalau tidak Gibran, memang mau mengajukan siapa? Memang ada wakil pres terbaik daripada Gibran?” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa predikat “terbaik” bukan sekadar klaim politik, melainkan harus didasarkan pada rekam jejak dan pengalaman nyata.
“Untuk mengatakan dia wakil presiden terbaik itu membutuhkan persyaratan, bukan hanya pengakuan,” katanya.
Ahmad Ali menilai pengalaman Gibran sebagai wali kota dan wakil presiden menjadi nilai tambah dalam konteks keberlanjutan pemerintahan.
“Memang ada wakil presiden yang punya pengalaman seperti Gibran? Jadi wali kota, pernah jadi wakil presiden juga pernah,” ucapnya.
Saat disinggung soal Gibran yang belum memiliki pengalaman memimpin partai politik, Ahmad Ali menilai jabatan di partai berbeda dengan posisi di pemerintahan.
Baca Juga: Ahmad Ali Ungkap Peran Jokowi dalam Keputusannya Masuk PSI
Ia juga menyinggung sejumlah tokoh yang pernah menjabat wakil presiden, seperti Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin, dalam konteks pengalaman jabatan publik.
“Partai berbeda perannya dengan jabatan pemerintahan. Praktiknya adalah pengalaman memimpin dan memahami struktur pemerintahan,” jelasnya.
Ia menegaskan, PSI menginginkan pembangunan berjalan berkelanjutan tanpa jeda penyesuaian yang terlalu lama.
Karena itu, figur yang sudah memahami struktur pemerintahan dinilai lebih siap.
“Dia tidak perlu belajar lagi. Kalau Mas Gibran pendampingnya beliau, tidak perlu belajar lagi. Dia sudah menguasai struktur pemerintahannya,” kata Ahmad Ali.
Menurutnya, jika wakil presiden berasal dari figur baru, maka akan membutuhkan proses adaptasi dengan gaya kepemimpinan presiden.
“Dengan gaya kepemimpinan Pak Prabowo, kalau bisa menyesuaikan harmonis, bagus. Kalau tidak, maka harapan untuk keberlanjutan bisa terganggu,” tuturnya.
Gibran yang Terbaik
Ahmad Ali juga merespons kemungkinan munculnya nama lain sebagai calon wakil presiden.
Ia menilai wajar setiap partai memiliki preferensi, namun bagi PSI, ukuran utama adalah pengalaman pemerintahan.
“Kalau saya katakan Gibran calon wakil presiden terbaik, apa yang salah? Yang salah bagi saya kalau menyebut nama lain terbaik versi PSI,” katanya.
Ia menekankan bahwa pengalaman memimpin menjadi faktor kunci dalam menentukan calon pemimpin nasional.
“Buat saya yang penting pengalaman. Pernah jadi kepala daerah, pernah memimpin. Undang-undang juga mensyaratkan usia dan pengalaman tertentu. Itu karena pengalaman dianggap penting,” tegasnya.
Baca Juga: Golkar Dukung Penuh Program MBG Prabowo di Tengah Polemik Pendanaan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








