Nasdem Gabung dengan Gerindra Masih Sekadar Wacana Politik

AKURAT.CO Partai Nasdem diisukan bakal melakukan fusi atau bergabung dengan Partai Gerindra.
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Saan Mustopa, mengaku terkejut dengan mencuatnya kabar tersebut, serta menegaskan bahwa hal itu masih sebatas wacana.
"Ini juga saya kaget ya, baru mencuat terkait dengan soal isu fusi. Dalam bahasa politik itu kan fusi ya, bukan merger, bukan akuisisi," katanya, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Wakil Ketua DPR itu menjelaskan, dalam sejarah politik Indonesia, konsep fusi partai politik bukan hal baru.
Saan menyinggung peristiwa pada 1973 ketika terjadi penyederhanaan parpol.
"Kita kan dulu juga tahun 73 ada fusi. Partai dari sekian banyak menjadi tiga partai," ujarnya.
Baca Juga: Soal Potensi Duet Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029, Ini kata Nasdem
Namun demikian, Saan menekankan bahwa konteks politik saat ini berbeda dengan masa lalu. Menurutnya, ide fusi tetap bisa dipandang sebagai gagasan yang wajar tetapi realisasinya tidaklah sederhana.
"Sebagai sebuah ide, gagasan, tentu dipertimbangkan itu hal yang biasa. Tapi dalam perkembangannya, banyak hal yang harus menjadi pikiran bersama," ujarnya.
Saan menyebut sejumlah faktor penting yang harus diperhatikan jika fusi benar-benar dibahas serius, di antaranya soal ideologi, identitas dan eksistensi masing-masing partai.
"Partai itu refleksi dari idealisme, gagasan, cita-cita, bahkan ideologi para pendirinya. Itu tidak gampang untuk difusikan, apalagi dalam konteks hari ini," katanya.
Lebih lanjut, Saan memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan khusus di internal Nasdem terkait wacana tersebut. Ia menyebut partainya masih fokus pada konsolidasi internal.
"Kita bahkan belum ada pembicaraan khusus terkait dengan fusi. Kita sekarang masih fokus mengonsolidasikan internal, membangun struktur partai dari tingkat nasional sampai daerah," jelasnya.
Baca Juga: Nasdem Belum Mau Bahas Pilpres 2029, Fokus Sukseskan Program Pemerintahan Prabowo-Gibran
Menurut Saan, penguatan struktur hingga tingkat akar rumput menjadi prioritas utama Nasdem saat ini, sehingga isu fusi belum menjadi agenda pembahasan serius.
"Jadi, terkait dengan soal wacana fusi itu, belum menjadi pembicaraan di internal secara lebih mendalam," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






