Peneliti BRIN: Jokowi Masih Punya Modal Politik Besar

AKURAT.CO Rencana mantan Presiden RI, Joko Widodo, ke ruang publik melalui agenda Jokowi Returns dianggap sebagai hal yang wajar.
Peneliti senior Pusat Riset Politik (P2P) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor, melihat sosok Jokowi masih memiliki modal politik untuk berkeliling Indonesia menyapa masyarakat.
"Saya kira itu hak setiap warga negara untuk melakukan itu. Dan bagi mereka yang punya modal politik besar, saya kira ya tidak ada salahnya juga untuk melakukan penjajakan itu," katanya, saat dihubungi Akurat.co, Jumat (29/5/2026).
Menurut Firman, safari politik menjadi pilihan logis bagi Jokowi dan para pendukungnya. Mengingat situasi saat ini berbeda dibanding saat ia masih menjabat Presiden RI dengan dukungan berbagai perangkat dan juga modal yang sangat besar.
Kendati demikian, target politik menuju pemilu dinilai masih terlalu dini karena regulasi penyelenggaraannya belum disiapkan.
Baca Juga: Bukan Buat Gibran, Blusukan Jokowi untuk Perkuat Basis PSI di Daerah
"Tentu pendekatannya dia bisa pakai proksi, begitu ya. Tapi sekarang kan sudah tidak mungkin lagi. Meskipun kalau targetnya adalah pemilu masih sangat pagi ya karena juga undang-undangnya pun belum ada. Artinya belum digodok dan disahkan lebih lanjut lagi," jelasnya.
Perubahan sikap partai politik terhadap Jokowi tidak lepas dari munculnya pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto. Parpol cenderung mengalihkan fokus dan loyalitas kepada pemegang kekuasaan saat ini.
"Gestur dari partai-partai pun, ya partai-partai kita kan punya tren atau punya tendensi. Di mana ketika ada pemerintahan baru, mereka akan fokus pada pemerintahan baru itu," ujarnya.
"Mereka akan cenderung loyal terhadap pemimpin dari pemerintahan baru itu, presiden dari pemerintahan baru itu," tambah Firman.
Ia menilai pihak-pihak yang masih aktif mendekati Jokowi saat ini sebagian besar merupakan sisa jaringan politik yang telah terbangun sebelumnya.
Baca Juga: PSI: Jokowi Akan Keliling Indonesia Penuhi Undangan Masyarakat dan Kader Daerah
"Sehingga sangat bisa dipahami kalau kemudian sisa-sisa kekuatan masa lalu saja sebetulnya yang masih cukup intens untuk mendekati Pak Jokowi," katanya.
Lanjut Firman, kekuatan utama yang masih dimiliki Jokowi saat ini berada pada aspek sumber daya keuangan. Sementara modal politik lain seperti gagasan, jaringan ideologis maupun basis pengikut yang loyal karena kesamaan pemikiran, dinilai tidak cukup kuat.
"Kekuatan yang masih dimiliki oleh Jokowi saya kira kekuatan modal keuangan ya. Tapi modal pemikiran, modal membuat jaringan yang ideologis, modal membangun pengikut yang loyal atas dasar ide-ide atau gagasan itu tidak ada," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









