Jelang Bulan Bung Karno, PDIP Panaskan Mesin Partai Lewat Bimtek Nasional

AKURAT.CO PDI Perjuangan (PDIP) mulai mengonsolidasikan kekuatan politiknya dengan mengumpulkan ribuan kader yang duduk sebagai anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.
Konsolidasi tersebut dikemas melalui agenda bimbingan teknis (bimtek) yang digelar secara bertahap berdasarkan wilayah.
Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas para legislator, tetapi juga memperkuat kekompakan struktur partai dari tingkat daerah hingga pusat.
Menurut Djarot, soliditas internal menjadi modal penting bagi partai untuk memastikan seluruh kader bergerak dalam satu irama, baik di parlemen maupun dalam menjalankan program kepartaian di daerah masing-masing.
“Kami ingin memperkuat kerja sama dan sinergi antara unsur pimpinan partai di daerah dengan para anggota legislatif sehingga gerak organisasi semakin solid,” ujar Djarot saat membuka Bimtek gelombang pertama di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Baca Juga: Timwas Haji DPR Desak Evaluasi Total Fasilitas Jemaah: AC Mati hingga Kekurangan Air di Mina
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan dalam satu kegiatan besar di Jakarta, bimtek kali ini dibagi ke dalam sejumlah regional.
Gelombang pertama diikuti kader legislatif dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Kalimantan.
Setelah itu, kegiatan serupa akan berlanjut di Bali untuk peserta dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara kader dari Sumatera dijadwalkan mengikuti bimtek di Medan, sedangkan wilayah Sulawesi dan Papua akan mengikuti agenda yang digelar secara terpisah.
Untuk kawasan Papua, Djarot menyebut Jayapura akan menjadi lokasi penutup rangkaian bimtek nasional tersebut.
Di sela pembukaan kegiatan, PDIP juga kembali memperkenalkan lagu perjuangan berjudul Bung Karno Bapak Marhaenisme.
Lagu tersebut diperdengarkan sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat ideologis partai menjelang Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni.
Djarot menegaskan lagu tersebut bukan sekadar simbol, melainkan pengingat bahwa seluruh kader PDIP harus tetap berpijak pada ajaran Bung Karno dan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
Baca Juga: Jokowi: Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Sampai ke Halaman Rumah Saya di Solo
“Lagu ini mengingatkan kita bahwa perjuangan partai harus selalu berpihak kepada kaum Marhaen dan masyarakat yang membutuhkan keberpihakan negara,” katanya.
Ke depan, lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme akan menjadi bagian tetap dalam setiap kegiatan resmi partai dan dinyanyikan bersama mars serta himne PDIP sebagai bentuk penguatan identitas dan ideologi organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





