Akurat Logo

Budiman Sudjatmiko Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Yang Terjadi Justru Penggagalan Dialog

Putri Dinda Permata Sari | 17 Juni 2026, 00:00 WIB
Budiman Sudjatmiko Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Yang Terjadi Justru Penggagalan Dialog
Pembubaran acara diskusi di UGM.

AKURAT.CO Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menyesalkan pembubaran forum diskusi yang menghadirkan dirinya bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Menurut Budiman, agenda yang digelar oleh Total Politik itu sejak awal dirancang sebagai ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa untuk membahas berbagai kebijakan publik secara terbuka.

Ia menjelaskan, selama sekitar 45 menit acara berlangsung kondusif. Sudaryono sempat memaparkan kebijakan ekspor satu pintu, sementara Nusron Wahid menyampaikan kesiapan pemerintah menerima kritik secara langsung dari mahasiswa.

Di sisi lain, Budiman mengaku menjelaskan pandangan Presiden Prabowo Subianto terhadap kritik publik serta pentingnya menjaga ruang dialog dalam kehidupan demokrasi.

"Saya menjelaskan bagaimana sikap Pak Prabowo terhadap setiap kritik dan bagaimana kami menghargai tradisi perbedaan pendapat. Bagi kami, perbedaan bukan untuk dipertajam, melainkan dipertemukan agar bisa menghasilkan solusi," kata Budiman dalam video yang diunggah akun Instagram @totalpolitikcom, Selasa (16/6/2026).

Namun situasi berubah ketika sekelompok mahasiswa memasuki ruangan dan meminta para narasumber meninggalkan forum.

Budiman mengatakan dirinya bersama para pejabat lainnya memilih tetap bertahan karena ingin mendengar langsung kritik mahasiswa sekaligus memberikan penjelasan mengenai berbagai kebijakan pemerintah yang dipersoalkan.

"Kami tetap bertahan karena merasa kedatangan kami memang untuk berdialog. Kalau pendapat kami dianggap salah atau tidak disetujui, silakan dibantah dan dibuktikan. Kami ingin menjelaskan perspektif kami, sekaligus mendengar keberatan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah beserta alasannya," ujarnya.

Baca Juga: Budiman Sudjatmiko Ungkap Kronologi Ricuh Diskusi di UGM, Ada Lemparan Botol hingga Upaya Pemukulan

Menurut Budiman, mayoritas peserta yang hadir sebenarnya telah menunggu sesi tanya jawab. Namun forum tersebut tidak pernah terlaksana karena situasi semakin memanas.

Ia menilai ada kelompok tertentu yang tidak menginginkan dialog berlangsung.

"Kelompok yang datang dan merangsek masuk itu memang tidak menginginkan dialog," katanya.

Budiman menegaskan, kegagalan berlangsungnya diskusi menjadi hal yang sangat disesalkan karena pemerintah datang dengan tujuan mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa.

"Esensi pertemuan malam itu adalah dialog, diskusi, perdebatan yang tajam, bahkan kritik keras kepada kami. Namun itu tidak terjadi. Yang terjadi justru pembubaran dan penggagalan dialog. Itu yang kami sesalkan," tegasnya.

Meski demikian, Budiman memastikan insiden tersebut tidak akan membuat pemerintah menghindari forum-forum diskusi serupa di masa mendatang.

Ia mengatakan Presiden Prabowo telah menginstruksikan para menteri untuk tetap hadir dalam forum dialog yang diselenggarakan kelompok masyarakat sipil, termasuk mahasiswa, buruh, petani, maupun nelayan.

"Apakah ini membuat kami mundur? Tentu tidak. Setiap ada undangan diskusi dari kelompok masyarakat sipil, baik mahasiswa, buruh, petani, maupun nelayan, Presiden sudah memerintahkan kami untuk hadir dan berdialog," pungkasnya.

Baca Juga: Ratusan Kepsek di Sulsel Berencana Mundur, Tata Kelola Dana BOS Jadi Sorotan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.