Rekam Jejak Pelaut Gus Kikin Jadi Modal Kepemimpinan di PBNU

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan yang utuh karena memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan pengalaman panjang di dunia maritim dan bisnis pelayaran.
Perjalanan Gus Kikin dinilai cukup unik. Sebelum aktif dalam dunia kepesantrenan dan jam'iyah NU, ia menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan menjalani praktik pelayaran di atas kapal niaga.
Setelah itu, Gus Kikin meniti karier profesional di perusahaan pelayaran milik negara, PT Djakarta Lloyd. Pada 1988, saat berusia 30 tahun, ia dipercaya menjadi Kepala Cabang Cilegon.
Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI Strategic Centre (ISC), Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, menilai pengalaman tersebut menjadi modal kepemimpinan yang bernilai bagi Gus Kikin dalam menakhodai PBNU.
Menurut Capt. Hakeng, dunia pelayaran mengajarkan disiplin, penghargaan terhadap waktu, ketepatan membaca arah navigasi, keberanian mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, serta pentingnya membangun harmoni di antara seluruh awak kapal.
“Pengalaman Gus Kikin sebagai pelaut dan pengelola usaha maritim menjadi kekuatan tersendiri bagi organisasi sebesar NU. Struktur NU yang membentang luas dari pesisir hingga pedalaman membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya berakar pada tradisi pesantren, tetapi juga memiliki keahlian manajerial modern serta kecakapan membaca dinamika lingkungan strategis,” ujar Capt. Hakeng di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Ia menjelaskan, kiprah Gus Kikin yang kemudian mendirikan perusahaan di bidang pelayaran menunjukkan kemampuannya memadukan profesionalisme dan kewirausahaan.
Pengalaman tersebut dinilai berkaitan dengan tata kelola logistik, perdagangan, manajemen risiko, hingga rantai pasok.
Menurut Capt. Hakeng, pengalaman itu juga relevan dengan kebutuhan NU untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Sebagai negara kepulauan atau archipelagic state, Indonesia dinilai tidak seharusnya memandang pembangunan ekonomi hanya dari perspektif daratan.
Laut, kata dia, menyimpan potensi ekonomi biru yang sangat besar dan dapat menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi nasional.
“Gus Kikin memiliki kapasitas unik sebagai jembatan yang menghubungkan dunia pesantren, ekonomi umat, dan sektor maritim. Kehadiran ulama dengan latar belakang pelaut memberikan warna baru yang segar dalam kepemimpinan organisasi keagamaan,” ujarnya.
Capt. Hakeng menilai kepemimpinan PBNU dapat dianalogikan seperti mengemudikan kapal di tengah samudra luas.
Menurutnya, perpaduan nilai-nilai spiritualitas pesantren dengan profesionalisme dunia maritim berpotensi melahirkan kebijakan organisasi yang lebih konkret, baik bagi warga Nahdliyin maupun bagi Indonesia.
“Laut tidak selalu tenang. Ada gelombang, badai, dan perubahan arus. Seorang nakhoda sejati harus mampu menjaga kapal tetap berada pada jalur pelayaran tanpa pernah kehilangan arah tujuan,” ucapnya.
Baca Juga: Film John Wick Chapter 4 Tayang Malam Ini, Mampukah Wick Menaklukkan High Table?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









