60 Persen Parpol Disebut Dukung Hak Angket Ijazah Gibran, Begini Hitung-hitungan Politiknya

AKURAT.CO Wacana penggunaan hak angket DPR untuk menyelidiki persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berpeluang mendapat dukungan mayoritas partai politik.
Pengamat politik, Ray Rangkuti, memperkirakan, dukungan terhadap usulan tersebut telah mencapai sekitar 60 persen.
Menurut Ray, perkiraan dukungan itu didasarkan pada pernyataan dan sikap sejumlah partai politik yang ia amati. Ia menilai belum terlihat penolakan tegas dari partai-partai terhadap kemungkinan penggunaan hak angket.
“Kalau melihat dari berbagai macam pernyataan, sikap dan sebagainya, saya kira hampir semua partai itu enggak ada masalah kalau ini dibuat jadi angket. Sebacaan saya ya,” ujar Ray, dikutip pada Kamis (15/10/2026).
Ia bahkan memasukkan Gerindra dalam pembacaannya terhadap dinamika politik tersebut.
Menurut Ray, sikap partai perlu dilihat dari pernyataan yang disampaikan kepada publik, termasuk apakah mereka secara terbuka menolak usulan hak angket.
Meski memperkirakan dukungan partai telah mencapai 60 persen, Ray menilai masih ada faktor lain yang dapat menentukan kelanjutan usulan tersebut. Ia mengaitkan sisa 40 persen dengan sikap Istana terhadap wacana hak angket.
“Yang sisa ini 40 persen, dari mana 40 persen itu? Dari Istana,” kata Ray.
Ray menilai perubahan sikap dari pihak Istana dapat memengaruhi peluang usulan tersebut memperoleh dukungan lebih luas, termasuk dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Nah, makanya kalau sekiranya mereka agak ke kanan sedikit ke arah PKS, saya kira kawan-kawan dari PKS itu akan jadi juga,” ujarnya.
Meski demikian, perkiraan persentase dukungan tersebut merupakan penilaian Ray berdasarkan pengamatannya terhadap pernyataan dan sikap partai politik, bukan hasil penghitungan resmi dukungan di DPR.
Baca Juga: Studi SMRC soal Kepemimpinan Nasional: Mahfud MD Teratas, Ungguli Prabowo dan Gibran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









