The Biggest Real Estate Summit 2023, Mendag Akan Perkuat Ekosistem Jasa Broker Properti Dengan Cara Ini

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan atau Zulhas menyatakan akan memperkuat ekosistem jasa perdagangan properti di Indonesia. Salah satunya melalui pengembangan jasa perantaraan perdagangan properti (broker properti) agar lebih profesional, di antaranya melalui peningkatan kapasitas dan sertifikasi.
Untuk itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menyempurnakan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor Nomor 51 Tahun 2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti.
Pemerintah meyakini kebangkitan properti akan mendorong kebangkitan perekonomian nasional.
Hal ini ditegaskan Mendag Zulhas dalam pembukaan "The Biggest Real Estate Summit 2023" di Jakarta, Kamis, (9/11/2023).
Hadir pada acara ini Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong. Turut mendampingi Mendag Zulhas yaitu Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto.
Baca Juga: Hadiri Rakernas LDII, Mendag Zulhas: Latih Wirausaha, Ajak Keluarga Buka Warung
"Saat ini kewajiban memiliki dua orang tenaga ahli tidak kompetitif dan berdaya saing pascaimlementasi Undang-undag Cipta Kerja. Oleh karena itu pemerintah tengah menyusun revisi Permendag 51 Tahun 2017 untuk mendorong peningkatan profesionalisme broker properti melalui sertifikasi kompetensi dengan meminta masukan dari asosiasi, termasuk jasa perantaraan perdagangan properti," ujar Mendag Zulhas.
Dalam sambutannya, Mendag Zulhas menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para pelaku jasa perantaraan perdagangan properti, di antaranya terkait pencegahan tindak pidana pencucian uang (TPPU), pemberantasan mafia tanah, peningkatan kompetensi melalui sertifikasi kompetensi, serta penerapan konsep smart city dan green building.
"Kemendag mendukung penuh agar bisnis sektor properti cepat pulih dan menghasilkan banyak keuntungan. Ini merupakan tugas pemerintah karena dengan pelaku usaha yang mendapat keuntungan maka pajak yang disetor semakin banyak dan jumlah pegawai meningkat. Tugas pemerintah membuat ekosistem di berbagai bidang usaha agar negara maju," terang Mendag
Zulhas.
Dalam sambutannya, Mendag juga menyampaikan, saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja, khususnya dalam bidang ekonomi.
Salah satu penyebabnya adalah kondisi geopolitik perang Rusia-Ukraina ditambah Israel-Palestina yang masih berkecamuk. Akibatnya, harga energi dan pangan dunia semakin meningkat.
Hal ini diperparah dengan perubahan iklim yang tidak menentu yang berakibat mundurnya musim tanam dan masa panen sehingga harga pangan semakin meningkat.
Namun, lanjut Mendag Zulhas, di tengah situasi tersebut neraca perdagangan Indonesia
tetap mempertahankan tren surplus sejak Mei 2020 atau selama 41 bulan berturut-turut.
Pada Januari-September 2023 surplus mencapai USD27,75 miliar. Selain itu, ekonomi Indonesia juga tetap tumbuh 4,94 persen pada kuartal III-2023.
"Ini harus disyukuri dan mudah-mudahan pelaku jasa properti semakin tumbuh dan semakin
untung," tambah Mendag Zulhas.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









