UN Sebut Peluang Keberhasilan Pengurangan Emisi Karbon Global Naik 3 Persen Karena NBS, Pertamina: Sudah Diadopsi

AKURAT.CO United Nations Environment Programme (UNEP) dalam Emission Gap (2023) melaporkan bahwa da kemajuan yang cukup baik sejak ditekennya Paris Agreement tahun 2015. Saat ini diproyeksikan keberhasilan dalam upaya pengurangan emisi karbon naik sebesar 3%, salah satunya lewat Nature-Based Solution atau NBS.
Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina, Atep Salyadi Dariah Saputra, menyebut NBS menjadi bagian dari inisiatif strategis Pertamina dalam mendukung pencapaian net zero emission.
Inisiasi program NBS yang dijalankan Pertamina Foundation sebagai perpanjangan CSR Pertamina menjadi miniatur konsep bisnis berkelanjutan yang harus terus dijalankan ke depan.
"Berbagai program Pertamina Foundation yang meliputi aspek keragaman hayati, biodiversity dan community development diharapkan dapat berkontribusi dalam komitmen penurunan emisi Indonesia sebesar 31,89% pada 2030,” ujar Atep Salyadi di sela International Conference on Nature-Based Solution in Climate Change (RESILIENCE) di Grha Pertamina, Jakarta, dikutip Senin (27/11/2023).
Ditambahkan, meski investasi global pada NBS mencapai USD154 miliar per tahun (2022), penerapan NBS bukan tanpa tantangan. Kesenjangan pemahaman terkait penerapan NBS dan efektifitasnya, keragaman nilai dan persepsi stakeholders, serta keterbatasan kebijakan dan instrumen ekonomi, adalah beberapa dari tantangan dihadapi.
Pertamina Foundation sebagai perpanjangan CSR PT Pertamina (Persero) turut berkontribusi dalam NBS lewat program Blue Carbon Initiatives (BCI) dan Hutan Pertamina.
"Kami mengimplementasikan dua project utama BCI yakni, Kwatisore dan Lembata Project dan tiga project Hutan Pertamina, yakni Hutan Pertamina-UGM, Hutan Pertamina Badak LNG, dan Hutan Pertamina Mahakam. Disamping mendujung pengurangan karbon, program-program tersebut juga diarahkan pada pengembangan komunitas dan biodiversity," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Mobilisasi dan Sumberdaya Sektoral dan Regional, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wahyu Marjaka, dalam kata pengantarnya menyampaikan bahwa implementasi NBS menjadi sebuah langkah upaya mitigasi perubahan iklim yang baik.
“Konferensi internasional ini merupakan bentuk sinergi antara CSR PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina, dengan mewadahi para ekspertis untuk berbagi ilmu kepada masyarakat, khususnya generasi muda, konferensi ini dapat memberikan wawasan dan pemangku kepentingan terkait NBS,” kata Wahyu.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup National Dong Hwa University, Prof. Lee Chun Hung menilai NBS menjadi aksi dalam menjaga dan melindungi sumber daya alam sehingga terciptanya sebuah kapasitas adaptif dalam merespon konsekuensi dari perubahan iklim.
"Kapasitas adaptif mengacu pada kemampuan sebuah sistem, institusi dan manusia dalam menyesuaikan diri terhadap potensi kerusakan serta memanfaatkan peluang sehingga terbentuknya kehidupan yang sustainability,” tambah Prof. Lee Chun Hung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









