Traveloka Dikabarkan Lakukan Perampingan Bisnis, Imbas Penutupan Pegipegi?

AKURAT.CO Online travel agent (OTA) Traveloka dikabarkan terus melakukan perampingan berbagai proses bisnis, restrukturisasi internal dan merotasi tim ke unit bisnis berbeda, berdasarkan akun X @ecommurz.
Belum bisa dipastikan apakah penutupan secara tiba-tiba Pegipegi menjadi pemicu pemangkasan biaya dan restrukturisasi yang tengah terjadi di Traveloka.
Namun Traveloka saat ini dikabarkan sedang menghadapi kompetisi yang kian ketat dari Tiket.com di unit bisnis penerbangannya serta dengan Agoda di unit bisnis pehotelannya, menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Baca Juga: Traveloka PayLater, Produk Pembiayaan Dari Caturnusa Sejahtera Finance
"Perusahaan juga tengah menghadapi tantangan di tingginya biaya, layanan pelanggan serta pembatalan dan penjadwalan ulang," unggah akun @ecommurz dikutip Selasa (12/12/2023).
Diketahui, pada 2018 lalu Traveloka lewat anak usahanya bersama dua perusahaan OTA lainnya di ASEAN, JetTech megakuisisi Pegipegi dengan mahar USD66,8 juta, menurut laporan perusahaan Jepang Recruit Holdings.
Dikabarkan sejak awal tahun 2023 Traveloka sedang menjajaki merger dengan Pegipegi dimana dalam proses merger Pegipegi dan Traveloka nantinya CEO perusahaan akan undur diri dan akan dilakukan layoff 50% karyawannya.
Traveloka membantah isu tersebut dan mengatakan bahwa kedua perusahaan merupakan dua entitas berbeda.
Tambahan informasi, Traveloka belakangan juga menutup layanan pembayaran tagihan dan membatalkan rencananya menjadi Superapps yang turut melayani berbagai macam produk lewat aplikasinya mulai dari pesan antar makanan hingga telemedis.
Presiden Traveloka, Caesar Indra menjelaskan bahwa fokus utama Traveloka saat ini adalah kepada dua unit bisnis. Pertama, pemesanan termasuk untuk transportasi dan akomodasi. Kemudian, layanan terkait pemesanan tiket untuk atraksi.
Perusahaan juga baru saja mengamankan pendanaan berupa pinjaman senilai USD300 juta dari sejumlah investor seperti Indonesia Investment Authority (INA), BlackRock, dan Allianz Global Investors.
Dikatakan, Traveloka saat ini memiliki neraca keuangan yang kuat di 6 negara Asia Tenggara tempatnya beroperasi dengan kondisi bisnis yang sehat. Investor Traveloka juga diklaim senang dengan kinerja perusahaan dan percaya dengan kemampuan manajemen yang saat ini tengah berada di mode pertumbuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









