Grant Thornton Ungkap Pentingnya Laporan Keberlanjutan bagi Perusahaan RI

AKURAT.CO Grant Thornton menilai perusahaan - perusahaan di Indonesia perlu menyiapkan langkah konkret dalam menghadapi perubahan iklim, salah satunya laporan keberlanjutan atau sustainability report (SR).
Langkah itu seperti perlunya memulai investasi dalam teknologi hijau, dan energi terbarukan, pemantauan emisi karbon, serta teknologi ramah lainnya dapat menjadi langkah penting dalam persiapan perusahaan menghadapi perubahan iklim.
Tidak hanya itu, Grant Thornton juga menilai perlu adanya pelatihan dan pendidikan bagi karyawan untuk menghadapi perubahan iklim serta dampak yang ditimbulkan, sehingga dapat tercipta budaya perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.
Baca Juga: PGN Raih Peringkat A dalam Penghargaan Laporan Keberlanjutan Tahun 2019
CEO Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani mengatakan yang tidak kalah penting lainnya adalah pelaporan keberlanjutan dan transparansi.
Grant Thornton menjelaskan bahwa pelaporan keberlanjutan yang jelas dan transparan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dari regulator, masyarakat, organisasi lingkungan, media massa hingga investor, yang tentunya dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas suatu perusahaan.
"Menghadapi perubahan iklim bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan perlu mengambil langkah - langkah proaktif untuk membangun ketangguhan bisnis mereka, mengurangi risiko, dan memanfaatkan peluang yang muncul dari perubahan iklim, terutama dalam pembuatan laporan keberlanjutan," ujarnya dikutip Kamis (25/1/2024).
Ditambahkan, menyadari betapa pentingnya laporan keberlanjutan pada saat ini dan ke depannya, Grant Thornton Indonesia menetapkan komitmen keberlanjutan pada organisasi kami, terutama pada penyusunan laporan keberlanjutan perusahaan.
"Selain itu, tentunya Grant Thornton Indonesia juga siap membantu perusahaan - perusahaan dalam menetapkan strategi dan manajemen keberlanjutan serta membantu menyiapkan maupun meninjau laporan keberlanjutan mereka," imbuh Johanna.
Di Indonesia sendiri, OJK mulai mendorong perusahaan di sektor jasa keuangan (perbankan dan IKNB), emiten dan perusahaan publik untuk mulai membuat laporan keberlanjutan sejak tahun 2017 lalu. Ketentuan tersebut tertuang di POJK 51/POJK.03/2017.
Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan Indonesia sendiri terus menunjukkan komitmennya untuk menurunkan emisi karbon antara lain melalui perbaikan pengelolaan Forest and Other Land Use (FOLU) serta mempercepat transisi energi menuju Energi Baru Terbarukan.
Hal tersebut disampaikan di sela Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim COP28 yang berlangsung di Dubai pada 30 November - 12 Desember 2023.
COP28 tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan di antaranya menyerukan peralihan dari transisi bahan bakar fosil, serta meningkatkan kapasitas energi terbarukan global sebanyak tiga kali lipat.
Selain itu, COP28 juga berhasil menggalang pendanaan senilai USD58 miliar serta 11 janji dan deklarasi yang berkomitmen terhadap aksi iklim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









