Pengamat Soroti Ketergantungan Indonesia pada Impor Pangan

AKURAT.CO Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tata kelola pangan di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia sering kali mengandalkan impor untuk berbagai jenis komoditas pangan, termasuk beras, sayuran, buah-buahan, dan garam.
“Problem pangan di Indonesia banyak sekali impor, bukan hanya beras saja, sayur-mayur, buah-buahan sampai garam pun impor. Padahal kita tahu lautan luas tapi kenapa garam saja kita impor. Apakah kita tidak bisa memproduksi garam, ini hal yang sangat menyedihkan,” ujar Esther dalam FGD Arah Kebijakan Pangan Indonesia Pascapemilu 2024, di Hotel Kaisar, Jakarta Selatan, pada Jumat (9/2/2024).
Baca Juga: Oppo Rilis Smartphone Reno 11 F 5G, Siap Hadir di Indonesia
Dia menyoroti fakta bahwa jumlah impor pangan terus meningkat dari tahun ke tahun, seperti contoh kasus impor beras yang mencapai lebih dari 3 juta ton tahun lalu, merupakan impor tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
Esther juga menekankan penurunan kemampuan produksi dalam sektor gula, di mana Indonesia sebelumnya merupakan salah satu produsen terbesar tetapi kini termasuk dalam 10 negara pengimpor terbesar.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut pun, dia menilai, kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam masalah pangan bersifat populis dan cenderung hanya memikirkan jangka pendek.
Baca Juga: Bos Red Bull Christian Horner Dijadwalkan Diinterogasi Ketat di London Hari Ini
“Contoh beras produksinya kurang maka impor, kalau gula kurang maka impor. Semua diimpor kita tidak berpikir jangka panjang bagaimana bisa swasembada kalau impor terus,” jelas dia.
Menurutnya, kebijakan pemerintah terkait pangan cenderung bersifat populis dan kurang memperhatikan aspek jangka panjang, dengan kecenderungan mengimpor sebagai solusi instan untuk kekurangan produksi.
Untuk informasi, Impor garam dari tahun 2017 hingga 2021 juga terus meningkat, dengan Australia, India, dan China menjadi negara asal impor terbanyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









