Kementan Tinjau Irigasi Perpompaan Kelompok Tani di Sukabumi

AKURAT.CO Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian (PSP Kementan), Ali Jamil, kembali meninjau fasilitas irigasi perpompaan (Irpom) dibeberapa kelompok tani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Empat kelompok tani di Desa Loji, Simpenan yang ditinjau di antaranya Tegal Lega, Cilangkap, Bojong Mukti, dan Loji. Sementara dua kelompok tani di Desa Bantargebang, Bantargadung yang ditinjau ialah Lengkob dan Bantar Gebang.
Di Desa Loji, Ali Jamil berbincang dengan masyarakat dan mendapati fakta bahwa 320 hektare luas lahan tidak dapat diolah secara maksimal dampak rusaknya Bendungan Sidadap yang menjadi sumber air tumpuan para petani.
Baca Juga: Takluk di Babak Final, Cerita Dongeng Anna Kalinskaya Berakhir
Dari total lahan 320 hektare, hanya 50 hektare yang dapat diolah hasil suplai dari air sumur dangkal yang disedot menggunakan pompa air hasil swadaya masyarakat. Ali Jamil mengatakan akan segera mengirimkan bantuan berupa irigasi perpompaan dengan mengambil air dari hilir sungai Cidadap.
"Kita lakukan pompanisasi di hilir sungai Cidadap untuk memenuhi kekurangan air untuk pertanaman," kata Ali Jamil, Minggu (25/2/2024).
Dia berharap dengan bantuan irigasi perpompaan dari Kementan nantinya para petani dapat kembali optimal dalam melakukan penanaman dan panen. Bahkan jika intensitas panen biasanya hanya 2 kali setahun dapat meningkat menjadi tiga kali dengan hasil maksimal.
Sementara saat di Desa Bantargebang Kecamatan Bantargadung, Ali Jamil meninjau berfungsinya pompa dan saluran irigasi yang sebelumnya diberikan.
Baca Juga: Pengamat: Hak Angket Hanya Gertak Sambal dan Caper
Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan lahan seluasnya 50 hektare tak dapat dikelola karena terkendala jarak dari sumber air.
Kini para petani telah keluar dari masalah, karena meski jarak antara lahan pertanian dan sumber mata air sekitar 300 meter dapat diselesaikan oleh bantauan pompa dan selang paralon irigasi air diberikan oleh kementan.
Ali Jamil menegaskan bahwa pemberian pompa dan paralon irigasi harus dapat dirasakan secara langsung oleh para petani. Hal itu diperlukan untuk memastikan seluruh lahan pertanian mendapat air dengan baik.
"Dengan irigasi yang baik dan pengelolaan lahan maksimal saya yakin kesejahteraan masyarakat juga akan mengalami peningkatan," jelasnya.
Baca Juga: TKN Hormati Hak Angket Tapi Jangan Melenceng
Kemudian saat berkunjung di kelompok tani Bantargebang, Desa Bantargebang Ali Jamil meninjau bantuan irigasi perponpaan di 25 hektare lahan pertanian yang sebelumnya hanya dikelola 5 hektare.
Kini lahan tersebut dapat dialiri air bahkan dapat meningkatkan intensitas panen dari sebelumnya 2 kali dalam setahun kini menjadi tiga kali dalam setahun.
"Alhamdulillah kini masyarakat dapat panen 3 kali dalam setahun," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







