Dukung UHC, Lazismu Lunasi Tunggakan BPJS Kesehatan Guru Honorer

AKURAT.CO Untuk mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berusia satu dekade sejak diluncurkan pada 1 Januari 2014, Lazismu, lembaga filantropi, turut serta membantu membayar tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi guru honorer.
Menurut Direktur Utama Lazismu, Ibnu Tsani, kolaborasi dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah. Langkah ini menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan di jaringan Muhammadiyah.
"Langkah nyata itu dilakukan Lazismu dengan berkolaborasi kembali di internal Muhammadiyah bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah," katanya di Jakarta (13/5/2024).
Baca Juga: Lazismu Raih Penghargaan Terbaik I Kategori Filantropi dalam Indonesia’s SDGs Action Awards 2022
Selanjutnya, Ketua Badan Pengurus Lazismu PusatAhmad Imam Mujadid Rais, mendorong kolaborasi dengan BPJS Kesehatan untuk membantu para guru honorer mengatasi masalah akses kesehatan di sektor pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
"Kolaborasi Lazismu bersama BPJS Kesehatan berupaya menyelesaikan satu permasalahan yang dialami oleh para guru honorer yang diimpit masalah akses Kesehatan di sektor pendidikan," ungkapnya.
Senada, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Prof. Nunung Nuryartono, menjelaskan BPJS Kesehatan kerjasama dengan perusahaan swasta untuk bayar tunggakan peserta JKN yang kurang mampu. Ini dilakukan melalui program CSR dan lembaga filantropi.
"Kemenko PMK terus mendorong agar BPJS Kesehatan tidak hanya bekerja sama dengan Lazismu, namun juga dengan perusahaan swasta melalui CSR dan philanthropy institution lainnya untuk membantu membayar tunggakan bagi peserta JKN yang kurang mampu," ujarnya.
Selain itu, Direktur Kantor Kesehatan USAID Indonesia Dr. Enilda Martin, menyatakan bahwa kesepakatan antara Lazismu dan BPJS Kesehatan menunjukkan potensi kemitraan yang berdampak positif.
Kesepakatan ini diharapkan akan membawa manfaat signifikan bagi pelayanan kesehatan di Indonesia, membantu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan bagi masyarakat.
"Kesepakatan antara Lazismu dan BPJS Kesehatan menunjukkan potensi kemitraan yang berdampak positif," kata Enilda Martin.
Program JKN sendiri merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang menargetkan Universal Healthcare Coverage (UHC) minimal 98% penduduk Indonesia. Meski telah mencapai cakupan 95,7%, kepesertaan aktif baru sebesar 79,6%.
Upaya seperti yang dilakukan Lazismu diharapkan dapat meningkatkan kepesertaan aktif dan memastikan akses kesehatan yang lebih baik bagi semua masyarakat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







