BPDLH Dorong Insentif Untuk Sektor Kehutanan, Energi dan Startup

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) telah mengambil langkah konkret dalam pengelolaan insentif lingkungan yang dijanjikan oleh negara maju. Berbagai insentif ini mencakup sektor kehutanan, energi, dan startup.
Menurut Direktur Penghimpunan dan Pengembangan BPDLH, Endah Tri Kurniawaty, ada banyak saluran pendanaan dari negara maju untuk insentif ini. BPDLH mengelola pendanaan dari berbagai sumber, termasuk fund, global facility, dan saluran langsung ke pemerintah Indonesia.
Untuk dana tertentu dan pendanaan bilateral di sektor kehutanan, penilaian berbasis kinerja diukur dari pengurangan emisi. Dana masuk ke BPDLH ketika program pengurangan emisi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan kinerja. "Jadi kita harus bekerja sama antara KLHK dan BPDLH dalam menaikkan dana itu," ujar Endah di Bogor, Kamis (30/5/2024).
Baca Juga: Ada Lowongan Kerja BPDLH Pendaftaran Terakhir Besok, Cepetan Daftar!
Setelah KLHK menunjukkan kinerja pengurangan emisi, mereka akan meminta BPDLH untuk menarik dana tersebut. Dana yang ditarik akan diinvestasikan untuk pembayaran layanan atau kinerja berikutnya, menciptakan siklus insentif berkelanjutan.
Endah juga menyoroti peran penting BPDLH dalam mengelola dana insentif yang dimandatkan oleh Perjanjian Paris, serta insentif untuk sektor energi. "Dana insentif terbesar saat ini adalah dana Plus+ karena dimandatkan dalam Paris Agreement," jelasnya.
BPDLH juga memberikan insentif kepada startup yang mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam bisnisnya. Insentif ini bertujuan untuk membantu startup mengakses dana yang lebih bankable dan mendukung pengembangan usaha mereka sambil menjaga kelestarian lingkungan.
"Setelah mereka cukup mampu melaksanakan usahanya dengan integrasi ESG, mereka dapat mengakses dana dari kapital mandiri," tambah Endah.
Endah menyimpulkan bahwa insentif yang dikelola oleh BPDLH memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan sektor yang dituju, termasuk fund, energi, dan startup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









