Misbakhun Sebut PP 28 Tahun 2024 Sama dengan FCTC, Ganggu Kepentingan Nasional
Hefriday | 9 September 2024, 18:58 WIB

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai aturan produk IHT terutama di PP 28/2024 sudah keluar dari jalur sebagaimana mestinya.
Menurutnya, aturan tersebut dapat menganggu keberlangsungan industri hasil tembakau yang jika dibiarkan dapat mengganggu kepentingan nasional.
Lebih lanjut Misbakhun menilai hadirnya PP 28/2024 mengenai IHT sama saja pemerintah ingin menjadi pelaksana dari FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) yang dinilai dapat menganggu kepentingan nasional Indonesia.
"Framework Convention on Tabacco Control sendiri ialah kerangka kerja sama berbagai negara untuk pengendalian tembakau. Nah, kalau kita lihat seksama, semua konsepnya sama. Saya sampai sekarang melarang FCTC diterapkan di Indonesia,” ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Senin (9/9/2024).
Seperti yang kita ketahui, tambahnya, FCTC yang disusun oleh Organisasi Kesehatan Dunia terdiri dari beberapa komponen dalam mengendalikan penggunaan tembakau, seperti pelarangan total iklan dan promosi produk tembakau, pengenaan pajak yang tinggi pada produk tembakau, hingga pelarangan merokok di tempat umum.
"Sekarang saya tanya, ini semuakan sudah dilakukan oleh pemerintah, dari umur perokok yang dulunya 18 keatas diubah menjadi 21 tahun keatas, kemudian pengenaan cukai/pajak bukannya sudah diterapkan? Lalu dari sekian banyak yang sudah diterapkan tersebut, adakah pemerintah memberikan suatu kebijakan yang mampu memajukan industri rokok, dari yang kecil seperti petani rokoknya hingga ke sektor industri-industrinya? Masa depan sektor IHT kita yang menjadi kepentingan nasional itu mau dibawa ke mana? " ujarnya.
Karena itu, tambahnya, negara seharusnya memberikan pengayoman dari sisi kemanusiaan, kebangsaan, dan kebhinekaan.
“Masak yang seperti ini mau kita hilangkan,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









