AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa perbaikan industri di Indonesia dapat dilakukan melalui pemanfaatan e-katalog yang saat ini telah memuat 9,6 juta item.
"Hari ini kita sudah punya 9,6 juta item di e-katalog dan dari situ kita sudah bisa mendesain industri apa yang bisa kita perbaiki, lakukan," kata Luhut di sela memberi sambutan dalam peluncuran buku Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjudul 'BKS dari Underdog Jadi Menteri' di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Menurut Luhut, dengan jumlah item yang terdaftar di e-katalog tersebut, pemerintah bisa mendesain industri mana saja yang perlu diperbaiki dan dikembangkan. Hal ini penting di tengah tantangan seperti deindustrialisasi yang saat ini dihadapi oleh Indonesia.
Pemanfaatan data dari e-katalog memungkinkan pemerintah untuk mengambil langkah strategis dalam memperbaiki sektor-sektor industri yang potensial. Dengan demikian, kebijakan yang diterapkan bisa lebih tepat sasaran. "Karena sekarang ada seperti deindustrialisasi di kita, tapi dengan angka 9,6 juta (item di e-katalog) ini kita tahu industri-industri apa yang kita bisa lakukan," ujar Luhut.
Selain itu, Luhut mengaku telah meresmikan laboratorium metalurgi terbaik di luar China yang kini ada di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jatinangor pada akhir Agustus 2024. Laboratorium dinilai akan menjadi salah satu upaya yang mendukung pengembangan industri dan teknologi nasional.
Dengan adanya sumber daya manusia dan teknologi, Luhut optimistis bahwa berbagai tantangan di sektor industri Indonesia dapat diatasi dengan baik. "Waktu kemarin di ITB kita meresmikan metalurgi lab yang terbaik di luar China yang ada di ITB, di Jatinangor, itu juga satu langkah-langkah yang bagus. Jadi human capital, terus kemudian implementasi itu semua bisa berjalan dengan baik.
Sistem e-katalog merupakan aplikasi belanja daring besutan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) mulai diterapkan sejak 2012 dan hingga kini terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan barang atau jasa bagi pemerintah baik untuk level pusat hingga daerah. Luhut berpendapat bahwa e-katalog ke depannya layak dipertahankan dan mampu memberikan nilai tambah apabila sistemnya terus diperbarui.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










