YLKI Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Diskon Listrik, Hindari Panic Buying!

AKURAT.CO Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengingatkan masyarakat untuk tidak berlebihan dalam membeli token listrik meskipun pemerintah tengah memberikan diskon tarif listrik hingga Februari 2025.
Menurutnya, insentif ini harus dimanfaatkan dengan bijak untuk kebutuhan yang lebih produktif.
"Belilah token listrik sesuai kebutuhan. Tidak perlu panic buying hanya karena ada diskon. Penghematan yang diperoleh lebih baik dialokasikan untuk hal yang bermanfaat, seperti pendidikan, kesehatan, atau bahkan modal usaha,” ujar Tulus di Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Diskon 50 persen ini diberikan sebagai bagian dari kompensasi kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen.
Program ini ditujukan khusus untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 450 hingga 2.200 Volt Ampere (VA).
Baca Juga: Koperasi Susu Siap Pasok 1,3 Juta Liter per Hari untuk Program Makan Bergizi Gratis
“Pemerintah sudah tepat menyasar kelompok pelanggan menengah ke bawah yang memang membutuhkan dukungan ini. Pelanggan menengah atas seharusnya tidak perlu mengeluh, karena program ini dirancang untuk menjaga daya beli kelompok masyarakat kecil,” jelas Tulus.
Pelanggan prabayar akan mendapatkan potongan langsung saat membeli token listrik di bulan Januari dan Februari 2025.
Dengan diskon 50 persen, mereka hanya perlu membayar separuh dari harga token bulan sebelumnya untuk jumlah kWh yang sama.
Sementara itu, pelanggan pascabayar akan melihat pengurangan biaya listrik untuk pemakaian bulan Januari (dibayarkan di Februari) dan pemakaian Februari (dibayarkan di Maret). Diskon ini diterapkan otomatis melalui sistem PT PLN (Persero).
Namun, pelanggan dengan daya 3.500-6.600 VA tetap dikenakan tarif listrik tanpa diskon, termasuk PPN 12 persen.
Tulus berharap masyarakat menggunakan kesempatan ini untuk kebutuhan penting, bukan sekadar konsumsi berlebihan.
Baca Juga: China Kendalikan Lonjakan Infeksi Pernapasan Musim Dingin, Penyebaran Diklaim Terkendali
“Diskon ini bukan untuk mendorong gaya hidup konsumtif. Hematlah dan gunakan penghematan ini untuk hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas hidup Anda. Ini adalah kesempatan untuk mengelola keuangan dengan lebih baik,” tegasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap program diskon tarif listrik tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya kelompok masyarakat menengah ke bawah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








