Efisiensi APBN 2025, Komisi VII Minta Subsidi Kendaraan Listrik Dipertahankan
Demi Ermansyah | 8 Februari 2025, 23:10 WIB

AKURAT.CO Pemerintah resmi menginstruksikan efisiensi belanja pada APBN dan APBD Tahun 2025 dan mengalihkan anggaran pada pos-pos pembiayaan program yang lebih berdampak pada masyarakat.
Menanggapi kondisi ini, Anggota Komisi VII DPR RI, Tifatul Sembiring, menilai bahwa meskipun anggaran pemerintah sedang mengalami tekanan, subsidi kendaraan listrik tetap perlu dipertahankan dengan pengalokasian yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, kebijakan ini harus dilihat secara holistik oleh Kementerian Perindustrian agar tetap mampu merangsang pertumbuhan industri kendaraan listrik di dalam negeri.
“Memang kita butuh penghematan karena beban APBN yang besar, tetapi subsidi untuk kendaraan listrik harus tetap dialokasikan dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya. Jangan sampai kebijakan ini dihapus begitu saja karena keterbatasan anggaran,” ujar Tifatul dikutip dari laman resmi DPR RI, Sabtu (8/2/2025).
“Memang kita butuh penghematan karena beban APBN yang besar, tetapi subsidi untuk kendaraan listrik harus tetap dialokasikan dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya. Jangan sampai kebijakan ini dihapus begitu saja karena keterbatasan anggaran,” ujar Tifatul dikutip dari laman resmi DPR RI, Sabtu (8/2/2025).
Baca Juga: Komisi VII Usul Istilah Subsidi Kendaraan Listrik Diganti dengan Insentif Kendaraan Listrik
Politisi PKS ini juga menyoroti kebijakan pemblokiran anggaran yang saat ini diterapkan di berbagai sektor, dengan rata-rata pemblokiran mencapai 50 persen. Namun, pemblokiran ini disebut dapat dibuka kembali pada bulan Maret setelah evaluasi lebih lanjut.
Politisi PKS ini juga menyoroti kebijakan pemblokiran anggaran yang saat ini diterapkan di berbagai sektor, dengan rata-rata pemblokiran mencapai 50 persen. Namun, pemblokiran ini disebut dapat dibuka kembali pada bulan Maret setelah evaluasi lebih lanjut.
Oleh karena itu, Ia berharap pemerintah tidak serta-merta memangkas subsidi kendaraan listrik tanpa kajian mendalam. Tifatul juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap subsidi, terutama terkait siapa yang berhak menerimanya dan bagaimana efektivitasnya dalam mendorong investasi jangka panjang.
“Saya setuju subsidi itu dievaluasi, jangan sampai diberikan dalam jumlah yang terlalu besar hingga merugikan keuangan negara. Namun, jangan juga dicabut secara tiba-tiba karena akan berdampak pada keberlanjutan investasi dan perencanaan bisnis di sektor kendaraan listrik,” jelas Tifatul.
Ia menegaskan bahwa subsidi kendaraan listrik tetap perlu dibicarakan dengan semua pihak terkait dan berharap pemerintah dapat menemukan solusi terbaik agar kebijakan ini tetap mendukung pertumbuhan industri otomotif berbasis listrik tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.
Selain itu, ia mengingatkan pemerintah agar lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan publik. Ia mencontohkan kasus kelangkaan gas elpiji 3 kg yang sempat memicu kepanikan di masyarakat akibat kurangnya sosialisasi dan simulasi sebelum kebijakan diterapkan.
“Saya setuju subsidi itu dievaluasi, jangan sampai diberikan dalam jumlah yang terlalu besar hingga merugikan keuangan negara. Namun, jangan juga dicabut secara tiba-tiba karena akan berdampak pada keberlanjutan investasi dan perencanaan bisnis di sektor kendaraan listrik,” jelas Tifatul.
Ia menegaskan bahwa subsidi kendaraan listrik tetap perlu dibicarakan dengan semua pihak terkait dan berharap pemerintah dapat menemukan solusi terbaik agar kebijakan ini tetap mendukung pertumbuhan industri otomotif berbasis listrik tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.
Selain itu, ia mengingatkan pemerintah agar lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan publik. Ia mencontohkan kasus kelangkaan gas elpiji 3 kg yang sempat memicu kepanikan di masyarakat akibat kurangnya sosialisasi dan simulasi sebelum kebijakan diterapkan.
“Akhirnya rame (polemik elpiji 3kg), sosialisasi nggak ada, simulasi nggak dilakukan, dan itu menyangkut hajat orang ini ya,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









