Starbucks Pangkas 1.100 Karyawan, Langkah Strategis atau Tanda-Tanda Krisis?

AKURAT.CO Starbucks baru saja mengumumkan rencana pemangkasan 1.100 karyawan di level korporat serta tidak akan mengisi beberapa ratus posisi kosong yang tersedia. Tak menunggu lama, keputusan tersebut pun menjadi sorotan, terutama di tengah persaingan ketat di industri kopi yang semakin dinamis.
Menurut CEO Starbucks, Brian Niccol menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pemotongan biaya, melainkan bagian dari strategi perampingan organisasi agar lebih efisien dan responsif terhadap pasar.
“Kami ingin mengurangi birokrasi, meningkatkan akuntabilitas, dan membentuk tim yang lebih gesit," ujarnya dikutip dari laman Reuters.
Baca Juga: Starbucks Bakal PHK Karyawan Besar-besaran
Namun, pertanyaannya adalah, apakah ini strategi jitu untuk memperkuat bisnis, atau justru sinyal adanya krisis yang mengancam Starbucks?
Usut punya usut, keputusan Starbucks melakukan PHK massal muncul di tengah tren menurunnya penjualan di beberapa wilayah utama, terutama Amerika Serikat dan China.
Dimana banyak pelanggan kini beralih ke merek-merek kopi yang lebih murah, seperti McCafé dari McDonald's atau jaringan kopi lokal yang menawarkan harga lebih kompetitif.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri kopi semakin dipenuhi oleh merek-merek baru dengan konsep unik, mulai dari warung kopi independen hingga brand yang lebih berorientasi pada konsep grab-and-go.
Tentunya hal ini membuat Starbucks harus berpikir ulang mengenai model bisnisnya, terutama dalam hal harga, pelayanan, dan inovasi produk.
Baca Juga: Sebab Pemogokan Pekerja Amazon dan Starbucks di AS
Sebagai respons terhadap tantangan ini, Starbucks meluncurkan program 'Back to Starbucks' yang bertujuan untuk mengembalikan daya saing perusahaan.
Niccol menegaskan bahwa meskipun ada PHK, perusahaan tetap akan merekrut tenaga kerja untuk posisi strategis yang mendukung struktur bisnis baru.
"Kami ingin fokus pada aspek yang benar-benar penting bagi pelanggan dan bisnis kami," ungkap Niccol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








